relawan irakBaghdad, LiputanIslam.com – Komandan Operasi Resimen Rakyat di provinsi Diyala, Irak timur, Mayjen Saadun al-Hamdani, menyatakan bahwa di wilayah ini telah terbentuk sebanyak hampir 25 resimen pasukan rakyat (setiap resimen terdiri atas 1,000 personil) yang tersebar di berbagai wilayah provinsi ini untuk memerangi ekstrimis Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Gabungan resimen-resimen yang diberi nama Ghayari al-Iraq itu adalah untuk membantu pasukan Irak dan menambah dukungan mental dan logistik bagi pasukan keamanan yang sedang bertempur,” ujar al-Hamdani, seperti dilansir Rai al-Youm Kamis (19/6/2014).

Dia menambahkan bahwa hal itu dilakukan sebagai respon atas fatwa jihad yang dikeluarkan oleh ulama besar Irak Grand Ayatullah Sayid Ali al-Sistani. Resimen-resimen itu sekarang menguasai berbagai kawasan rawan seperti al-Adim, distrik al-Khalis, kawasan sekitar distrik Miqdadiyah serta banyak desa dan daerah di sekitar kawasan-kawasan tersebut.

Sementara itu, 10 orang tewas dan 32 lainnya luka-luka akibat beberapa ledakan bom di sejumlah lokasi di Baghdad, ibu kota Irak, Kamis (19/6/2014).

Sumber kepolisian Irak mengatakan, “Kelompok bersenjata tak dikenal telah meluncurkan enam peluru mortir yang jatuh di kawasan Saba’ al-Bur (Baghdad Utara), mengakibatkan lima warga sipil tewas dan 14 orang lainnya cidera.” Menurutnya, peluru-peluru mortir itu menimpa dua rumah di kawasan tersebut.

Dia menambahkan, “Tiga orang juga tewas, dua di antaranya perwira berpangkat letkol yang bertugas di Kementerian Dalam Negeri, dan 11 lainnya cidera akibat ledakan bom mobil di dalam sebuah pasar di kawasan Baghdad Baru (Baghdad Timur).”

Sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya itu juga melaporkan, “Tiga bom meledak di blok 17 dan 25 serta Jalan al-Falah di Sadr City, Baghdad Timur, mengakibatkan dua warga sipil tewas dan tujuh lainnya luka-luka.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL