pasukan irakBaghdad, LiputanIslam.com – Militan ekstrimis terus membayar mahal atas aksinya mengacaukan keamanan di Irak. Setiap hari, puluhan atau bahkan ratusan nyawa gerilyawan itu melayang dalam pertempuran dengan militer, polisi dan relawan Irak. Dari beberapa laporan yang dilansir media Irak sepanjang 24 lalu, Liputan Islam mencatat sedikitnya 98 militan tewas akibat pertempuran yang terjadi selama Selasa (24/6/2014). Selain itu, ketua parlemen kota Kirkuk juga tewas diserang militan.

Di kawasan utara kota Samarra, sumber komando operasi setempat menyatakan 40 anggota Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas di tangan pasukan keamanan di al-Jalam. Selain, beberapa kendaraan ISIS juga hancur.

“Pasukan Komando Operasi Samarra yang didukung beberapa jet tempur telah membunuh 40 anggota ISIS dan menghancurkan beberapa kendaraan yang mengangkut personil dan senjata artileri,” ungkap sumber tersebut kepada al-Sumaria.

Di Anbar, sebagaimana dikatakan oleh Mayjen Qassim Atta dalam jumpa pers di Baghdad, sedikitnya 24 militan ISIS terbunuh, 10 lainnya cidera, dan enam kendaraan mereka hancur terkena serangan pasukan Irak yang didukung oleh pasukan adat.

Atta juga memastikan bahwa pasukan Irak yang didukung relawan juga berhasil menguasai penuh pintu perbatasan Traibil dan al-Waleed di propinsi Anbar yang berbatasan dengan Suriah.

Lebih lanjut Atta menyebutkan bahwa jalur antara Baghdad dan Samarra sudah aman dan terkendali. Menurutnya, operasi keamanan di Samarra terus mengalami perkembangan signifikan serta berhasil mengendalikan sepenuhnya kawasan Dujail, Balad, Daluiya, Ishaqi dan kawasan utara Samarra. Dia menambahkan bahwa semua ini berkat kerjasama aparat keamanan dengan angkatan udara dan relawan.

Di Baiji, menurut laporan sumber keamanan provinsi Salah al-Din, 19 anggota ISIS bergelimpangan tanpa nyawa terkena gempuran angkatan udara Irak. Mereka digempur ketika berusaha menyerang kilang minyak Baiji, dan kini pasukan Irak mengirim personil tambahan untuk memperkuat pertahanan atas kilang besar tersebut.

Disebutkan bahwa mental pasukan Irak sangat tinggi dalam mempertahankan kilang itu. Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengapresiasi semangat juang mereka.

Di distrik Balad (80 km selatan Tikrit), 13 anggota ISIS, satu di antaranya berstatus komandan, tewas dalam kontak senjata dengan aparat keamanan Irak yang dibantu oleh pasukan rakyat setempat. Komandan ISIS itu diketahui memiliki julukan Hussam al-Sattam. Dia terbunuh bersama dua saudara perempuan dan 10 anak buahnya.

Di kawasan timur Baquba, dua militan ISIS, satu di antaranya berstatus tersangka teroris buronan sejak enam bulan lalu, terbunuh dalam sebuah kontak senjata. Sumber kepolisian provinsi Diyala menyatakan keduanya tewas dalam kontak senjata dengan polisi dan relawan di kawasan Shaq Raq di wilayah administrasi al-Miqdadiyah (35 km timur laut Baquba).

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat kota Kirkuk, Munir al-Qafili, terbunuh akibat serangan kawanan bersenjata di pusat kota Kirkuk.

“Kawanan bersenjata yang mengendarai sebuah mobil baru siang hari ini (Selasa 14/6/2014) telah menembaki mobil ketua parlemen kota Kirkuk dan pemimpin terkemuka Front Turkman, Munir al-Qafili, dengan senapan otomatis di dekat jembatan ke-4 di Jl. Tareq Baghdad di pusat kota Kirkuk, menyebabkan dia tewas di tempat,” ujar Ammar Kahiyyah, anggota parlemen kota Kirkuk kepada al-Sumaria. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL