intifada 3-3Ramallah, LiputanIslam.com – Para pemuda dan pejuang Palestina terus melancarkan gerakan berani mati syahid dalam gelora intifada (kebangkitan Palestina) demi membela Masjidil Aqsa dari ketamakan kaum Zionis Israel.

Sebagiamana dilaporkan Fars News, Rabu (23/10), Departemen Kesehatan (Depkes) Palestina dalam statemen terbarunya mengumumkan bahwa selama 21 hari intifada yang dimulai sejak awal Oktober ini, jumlah syuhada Palestina mencapai 52 orang, 11 di antaranya anak kecil dan 1 ibu hamil.

Depkes Palestina menambahkan bahwa dari total jumlah syuhada itu, 36 orang adalah penduduk Tepi Barat, 15 lainnya warga Jalur Gaza, dan satu orang lagi adalah pemuda Palestina yang tinggal di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Dalam peristiwa terbaru, satu warga Zionis luka-luka ditabrak mobil warga Palestina di permukiman Zionis dekat Ramallah, Tepi Barat. Menurut al-Mayadeen, warga Palestina itu kabur setelah menabrakkan mobil.

Di Baitul Maqdis, sebagaimana dilaporkan Alahed, tiga warga Zionis luka-luka akibat ledakan yang berasal dari sebuah mobil, namun belum ada keterangan mengenai sebab dan motif ledakan.

Di kota yang sama, menurut laporan al-Resalah, satu pemuda Palestina gugur di tembak tentara Israel setelah melukai seorang tentara perempuan Israel dengan senjata tajam di pos pemeriksaan Khazmah.

Media Israel menyebutkan tentara perempuan itu luka parah akibat terkena beberapa tusukan.

Sementara itu, anggota biro politik Hamas, Mahmoud al-Zahar mengatakan bahwa kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry ke Timur Tengah hanya menambah kobaran intifada.

“Kunjungan Kerry yang akan datang ke kawasan tidak akan dapat meredakan api intifada. Sebaliknya, intifada akan semakin berkobar,” katanya dalam wawancara dengan Fars News di Gaza.

Dia menambahkan, “AS sudah jelas berpihak kepada Rezim Zionis, dan dalam kunjungannya itu Kerry akan meminta ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas supaya meningkatkan upayanya untuk menghentikan intifada dan tidak menggiringnya kepada perjuangan bersenjata.”

Di pihak lain, seperti diberita al-Youm7, Mahmoud Abbas dalam konferensi pers bersama Sekjen PBB Ban Ki-moon di Ramallah, Tepi Barat, menyatakan bahwa bagaimanapun juga tetap ada kesempatan untuk mewujudkan perdamaian yang sejati.

“Rakyat Palestina tidak menghendaki kekerasan dan konflik. Bukan mereka yang memulai. Agresi Israel memungkinkan terjadinya konflik bernuansa agama, dan Israel harus konsisten pada pelaksaan perjanjian-perjanjian yang ada.”

Dia menambakan, “Kami tetap menghendaki terealisasinya perdamaian sejati berdasarkan kebenaran dan keadilan dari Dewan Keamanan PBB.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL