bendera irak di tikritBaghdad, LiputanIslam.com –   Tahun 2015 menjadi tahun yang amat pahit bagi bangsa Irak akibat fenomena terorisme. Pada tahun yang baru lewat itu, sebanyak lebih dari 21,000 orang Irak terbunuh, namun empat kota berhasil dibebaskan dari cengkraman kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Al-Sumaria News yang berbasis di Irak melaporkan, pada tahun 2015 sebanyak 21,829 orang Irak terbunuh dalam pertempuran maupun akibat serangan teror bom. Dari jumlah itu sebanyak 15,987 korban adalah warga sipil, sedangkan sisanya yaitu 5,842 adalah militer dan polisi. Sedangkan korban luka  14,443 orang yang 7,216 di antaranya adalah militer, dan sisanya yaitu 7,227 adalah warga sipil.

Menurut laporan ini, jumlah korban tewas di pihak sipil Irak turun 20 persen dibanding tahun 2014. Sebagian besar korban sipil jatuh pada bulan April 2015, sedangkan jumlah terkecil terjadi pada bulan Desember.

Meski demikian, tahun 2015 juga menghasilkan beberapa kemenangan bagi bangsa Irak dalam melawan teroris, yaitu sebanyak empat kota berhasil dibebaskan dari cengkraman teroris. Empat kota itu adalah Tikrit, Baiji, Diyala dan Ramadi.

Selain itu, pada tahun 2015 juga telah terbentuk koalisi anti ISIS dan terorisme yang terdiri atas empat negara; Iran, Irak, Suriah dan Rusia, dan terbentuk pula koalisi internasional anti ISIS pimpinan Amerika Serikat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL