pembongkaran rumah palestinaBaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Direktur Pusat HAM dan Ekonomi al-Quds (Baitul Maqdis/Jerussalem), Ziyad al-Hamuri, menyatakan sebanyak 20,000 unit rumah milik warga Palestina tercatat dalam target pembongkaran oleh Rezim Zionis Israel dengan dalih tidak memiliki izin mendirikan bangunan. Bersamaan dengan ini Sekjen Dewan Islam-Kristen Pembela al-Quds, Dr. Hanna Issa, mengingatkan bahaya dan dampak pembuangan limbah pabrik-pabrik Israel di berbagai kawasan berpenduduk Palestina.

“Rezim pendudukan menggunakan undang-undang ‘ketiadaan izin’ sebagai sarana untuk memerangi eksistensi orang-orang Palestina,” ungkap al-Hamuri, sebagaimana dilaporkan situs berita online Palestina, Quds.

Mengenai mengapa bangunan warga Palestina tidak memiliki izin, al-Hamuri beralasan bahwa ketentuan Israel sangat ketat dan berlebihan sehingga warga Palestina enggan mengurusnya. Dia menjelaskan bahwa setiap pengurusan izin menelan waktu lima sampai delapan tahun. Selain itu juga memerlukan dana sebesar $ 30,000 – 50,000.

“Ini praktis membuat warga Palestina terpaksa mendirikan bangunan tanpa izin,” katanya.pembongkaran rumah palestina2

“Padahal, ketentuan yang sama tidak diterapkan pada warga Yahudi yang tinggal di al-Quds. Mereka selalu mendapatkan konpensasi pajak,” pungkasnya.

Laporan lain dari Asharq al-Awsat menyebutkan bahwa Sekjen Dewan Islam-Kristen Pembela al-Quds, Dr. Hanna Issa, mengingatkan bahaya komplek-komplek perindustrian ilegal Zionis bagi lingkungan hidup kawasan orang-orang Palestina, terutama pabrik-pabrik militer di kota Tulkarm dan empat zona industri di permukiman Zionis Selfit yang telah menyebabkan terjadinya pencemaran di kawasan ini.

“Rezim Zionis telah membuang limbah pabrik-pabriknya ke berbagai kawasan pendudukan Palestina hingga menyebabkan hilangnya air tanah di sana,” kata Issa.

Menurutnya, ada data-data yang menunjukkan bahwa Israel telah menggunakan desa-desa pendudukan Palestina yang terletak tak jauh dari komplek-komplek permukiman Zionis sebagai lokasi pembuangan zat-zat berbahaya yang berasal dari limbah pabrik, termasuk pabrik insektisida, farmasi dan pupuk non organik.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Israel pada tahun 2014 telah menghancurkan sekitar 590 unit rumah warga Palestina di bagian timur Baitul Maqdis serta menyebabkan 1,177 jiwa terpaksa mengungsi.

Selain itu, pasca invasi militer Israel ke Jalur Gaza dan setelah kaum Zionis berusaha membagi Masjid al-Aqsa, sebagian untuk warga Muslim dan sebagian lain untuk warga Palestina, hingga membangkitkan gelombang protes warga Palestina, Rezim Zionis setiap hari selalu melakukan penangkapan orang-orang Palestina. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL