bendera yamanSanaa, LiputanIslam.com – Sudah 200 hari atau sekitar tujuh bulan Yaman menjadi sasaran amuk pasukan koliasi Arab pimpinan Arab Saudi. Siang malam Yaman yang kerap disebut sebagai negara Arab termiskin itu dihujani berbagai jenis bom. Lantas bagaimana hasilnya? Apakah ada target Saudi dan sekutunya sudah terpenuhi?
Pertanyaan ini direspon oleh situs berita Yaman, al-Masdar News (MN), dengan jawaban negatif.

“Tak ada satupun tujuan mereka yang tercapai, meskipun mereka sudah mengeluarkan dana yang sangat besar. Pemerintah Yaman yang sudah mundur serta negara-negara koalisi mengklaim telah menguasai lebih dari 75 persen wilayah Yaman, mengaku telah membebaskan Aden dan menjadikannya sebagai ibu kota sementara Yaman , menyatakan bergerak maju ke berbagai provinsi dan kota-kota lain di selatan. Padahal, Aden justru menjadi ajang kematian pasukan koalisi, dan di kota ini sama sekali tak ada keamanan seperti yang didengungkan oleh negara-negara itu,” tulis MN, Rabu (14/10).

Menurut MN, tingginya ancaman keamanan sebagaimana terlihat dalam insiden tiga ledakan hebat yang menerjang lokasi penempatan pasukan militer Uni Emirat Arab (UEA) serta Hotel al-Qasr yang menjadi tempat penginapan Khalid Bihah, perdana menteri pemerintahan pelarian Yaman, beserta dewan menterinya, hingga menewaskan banyak tentara UEA dan Saudi telah membuat pasukan UEA memilih bertengger di atas kapal perang daripada menjejakkan kaki di kota Aden, sedangkan Khalid sendiri kabur ke Riyadh tanpa sepengetahuan dan seizin presiden pelarian Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Kelompok-kelompok teroris semisal ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan terhadap hotel itu, tapi pemerintahan pelarian Yaman menyatakan pelakunya adalah milisi al-Houthi (Ansarallah) yang diperangi oleh pasukan koalisi.

MN juga menyebutkan, media Arab pro-Saudi melaporkan Mansur Hadi tak lama lagi akan kembali ke Aden, atau bahkan ke Sanaa, ibu kota Yaman. Namun mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang memiliki banyak pendukung di negara ini dan berada dalam satu kubu dengan Ansarullah dalam perang melawan kubu Saudi memastikan Hadi tidak akan berani menginjakkan kakinya lagi di tanah Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL