Gaza, LiputanIslam.com –  Dua orang Palestina, satu diantaranya anggota tim ambulan, gugur diterjang peluru pasukan Zionis Israel dalam peristiwa unjuk rasa Great March of Riturn yang digelar Jumat kemarin (10/8/2018), oleh warga Palestina di dekat perbatasan Jalur Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948) untuk hari Jumat ke-20 kalinya dalam beberapa bulan terakhir ini.

Juru bicara Departemen Kesehatan Palestina di Gaza, Ashraf al-Qudrah, menyatakan sebanyak 307 orang juga terluka dalam peristiwa itu, termasuk 85 orang yang terkena peluru tajam dengan kondisi 5 di antaranya kritis. Al-Qudrah merinci bahwa 5 di antara korban luka adalah anggota tim ambulan dan 2 wartawan.

Dalam aksi itu para pemuda Palestina membakar ban-ban bekas agar kepulan asapnya yang tebal dapat menutupi mereka dari pandangan para penembak jitu Israel. Mereka juga menerbangkan bom layang-layang, dan tentara Israel menembakkan peluru dan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa di Khan Yunis dan Gaza.

Juru bicara Hamas Abdul Latif al-Qanou sebelumnya menyerukan aksi “Jumat Kebebasan dan Kehidupan” sembari menegaskan tekad dan kemampuan bangsa Palestina melanjutkan aksi Great March of Riturn meskipun ditanggapi Israel dengan aksi kekerasan.

Dia menambahkan bahwa bangsa Palestina tidak akan berkenan menerima apapun kecuali kebebasan dan kehidupan secara terhormat, dan karena itu mereka akan terus berjuang demi tercapainya cita-cita ini.

Panitia nasional aksi Great March of Riturn menyerukan kepada segenap warga Palestina agar Jumat mendatang berpartisipasi lagi dalam aksi unjuk rasa dengan tema “Revolusi Demi al-Quds dan al-Aqsa” yang akan digelar bersamaan dengan peringatan tragedi pembakaran Masjid al-Aqsa oleh kaum Zionis pada tahun 1969. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*