Sanaa, LiputanIslam.com –  Sanaa, ibu kota Yaman, kembali menampilkan pemandangan mencengangkan berupa lautan manusia penuh gelora. Jutaan (milyuniyyah) rakyat Yaman, Minggu (26/3/2017), bergabung menyesaki sebuah lapangan terbuka al-Sabin Square untuk menandai peringatan dua tahun invasi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman.

Di tengah lautan massa yang terdiri atas laki-laki dan perempuan dari berbagai usia dan bergemuruh  dalam slogan-slogan kemenangan serta tekad mereka untuk terus berjuang demi martabat dan kehormatan, tampil di atas panggung unjuk rasa akbar ini Ketua Ikatan Ulama Yaman Syeikh Syarafuddin Syamsuddin.

Dia menegaskan bahwa sudah dua tahun Yaman dikeroyok Saudi dan sekutunya tapi barisan musuh Yaman ini tetap tak dapat mencapai ambisinya, “kecuali menumpahkan darah, membantai orang-orang tak berdosa, dan melakukan pelanggaran-pelanggaran yang mengundang kemurkaan Allah SWT.”

Dia mengingatkan khalayak dunia bahwa yang berperang melawan agresi Saudi cs bukanlah sebuah milisi seperti yang didengungkan oleh banyak media “penipu”, melainkan sebuah bangsa yang besar dan bermartabat.

“Melalui konsentrasi akbar ini kami sampaikan kepada masyarakat dunia yang buta pesan kami; Bukankah yang kalian lihat ini adalah bangsa yang besar dan mulia? Mereka menunjukkan penolakan mereka terhadap dominasi dan pesan asing. Perhatikanlah lagi, bukankah yang kalian lihat di depan kalian ini adalah umat besar yang pantang merunduk kecuali kepada Allah? Apa kalian melihat suatu milisi sebagaimana kerap disebutkan oleh media-media sesat, penyesat, dan penipu?” pekiknya.

Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman Saleh al-Samad juga tampil ke atas panggung besar yang juga dipenuhi para tokoh Yaman. Dia menuding rezim Saudi melancarkan “perang dunia” terhadap Yaman dan menyebut Riyadh bertanggungjawab atas macetnya dialog untuk menyudahi kemelut politik di Yaman

Dia juga menegaskan bahwa rakyat dan bangsa Yaman tidak akan pernah menerima dikte kekuatan-kekuatan asing, dan menyerukan kepada khalayak dunia supaya turun tangan mencegah serangan Saudi terhadap warga sipil yang tak berdosa.

Keberadaan mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh di tengah massa pengunjuk rasa menjadi kejutan tersendiri. Tokoh yang memiliki banyak loyalis dari kalangan tentara dan bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) ini ikut turun ke tempat terbuka al-Sabin Square dengan pengawalan seadanya sehingga banyak orang berdesakan untuk menyalami, memotret atau melihatnya dari dekat.

Unjuk rasa akbar ini berlangsung di saat pertempuran semakin berkecamuk di banyak kawasan, terutama wilayah perbatasan Yaman-Saudi di provinsi Marib dan pantai barat Yaman di mana pasukan Saudi cs berusaha menguasai kota pelabuhan strategis Hudaida.

Seperti diketahui, Saudi dan sekutunya tak henti-hentinya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret 2015 sampai sekarang dengan dalih membela pemerintahan yang sah, yaitu pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi yang terusir dari Sanaa menyusul revolusi yang digerakkan oleh Ansarullah.

Meskipun kehancuran melanda semua tempat dan ribuan nyawa melayang, terutama dari kalangan warga sipil, akibat agresi ini Saudi dan sekutunya sampai sekarang tak dapat mengembalikan Hadi ke Sanaa. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL