Gaza, LiputanIslam.com –  Dua orang Palestina gugur dan satu lainnya luka parah terkena ledakan saat dilakukan upaya membongkar peluru mortir sisa serangan Israel di kamp pengungsi al-Shati di barat kota Gaza, Ahad (15/7/2018).

Juru bicara kepolisian Gaza Kol. Ayman al-Batnaiji menjelaskan bahwa ledakan itu terjadi di sebuah rumah di barat kota Gaza hingga menggugurkan Ahmad Mansour Hassan, 35 tahun, dan anaknya, Loui Ahmad Hassan, 13 tahun.

Beberapa sumber di Gaza menyebutkan bahwa Ahmad Mansour adalah seorang komandan pasukan rudal Brigade al-Aqsa dan kelompok Syahid Ayman Jawdah.

Departemen Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan bahwa kedua korban jiwa adalah pria berusia 35 tahun dan putranya yang berusia 13 tahun.

Jalur Gaza mengalami eskalasi sejak hari Jumat lalu setelah Israel melancarkan serangan udara ke beberapa posisi Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, dan faksi pejuang ini kemudian membalasnya dengan melesatkan beberapa peluru mortir ke sejumlah permukiman Zionis dan wilayah perbatasan Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948).

Namun, Sabtu malam lalu Hamas mengaku telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel setelah dimediasi oleh Mesir. Kedua pihak telah menghentikan aksi saling serang yang telah berlangsung selama dua hari.

Jubir Hamas Jihad Daud Shihab mengatakan, “Telah dicapai kesepakatan gencatan senjata setelah dilakukan komunikasi intensif pada hari ini sesuai kesefahaman Kairo tahun 2014.”

Dia menambahkan, “Kami di kubu muqawaah, termasuk Hamas, menyesuaikan diri dengan upaya Mesir serta upaya regional dan internasional, dan kami telah bersepakat untuk menghentikan eskalasi militer.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa Israel telah melancarkan “serangan tersengit” terhadap Hamas sejak Perang 2014. Dia juga mengancam akan meningkatkan serangan udara jika dirasa perlu. (mm/maan/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*