korban di pihak isisBaghdad, LiputanIslam.com – Pihak militer Irak Rabu (25/6/2014) menyebutkan angka yang sangat besar dibandingkan hari-hari sebelumnya terkait jumlah korban tewas militan ISIS akibat operasi militer Irak yang didukung oleh pasukan relawan.

Sebagaimana dilansir al-Alalam, disebutkan bahwa sebanyak 189 lagi militan tewas di berbagai kawasan Irak. Bersamaan dengan ini. Badan Anti Teror Irak menyatakan bahwa pasukan keamanan di komplek kilang minyak Baiji (40 km utara Tikrit) sudah selesai menjalani tahap pertahanan dan sekarang sudah masuk tahap “inisiatif dan penggerebekan”.

Juru bicara Badan Anti Teror Irak Sabah al-Numan, sebagaimana dilansir al-Sumaria Rabu (25/6/2014), mengatakan bahwa pasukan tambahan dalam jumlah besar beserta logistik keamanan sudah tiba di komplek kilang minyak Baiji (40 km utara Tikrit). Menurutnya, pasukan keamanan sudah menguasai sepenuhnya kilang tersebut dan tidak menghadapi masalah keamanan lagi.

Dia menambahkan, “Dalam dua hari terakhir, pasukan keamanan sudah beralih dari tahap pertahanan kepada tahap insiatif dan penggerebekan.” Dia menjelaskan bahwa pasukan Irak sudah menggempur kumpulan-kumpulan teroris dalam jumlah besar, dan kini sudah tidak ada lagi konsentrasi dan sarang teroris yang jauh dari target pasukan keamanan.

Bersamaan dengan ini, juru bicara panglima angkatan bersenjata Irak, Mayjen Qassim Atta, dalam siaran persnya mengatakan bahwa tak kurang dari 189 militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas di berbagai wilayah operasi militer Irak, 70 di antaranya jatuh akibat serangan udara terhadap konsentrasi ISIS di pusat kota Tikrit.

Atta juga menyebutkan bahwa sekitar 50 anggota ISIS cidera dan sebanyak 40 unit kendaraan milik kelompok ekstrim ini hancur digempur pasukan Irak yang didukung oleh pasukan rakyat.

Sementara itu, al-Sumaria juga memberitakan bahwa seorang narasumber dari pihak Komando Operasi Militer Salah al-Din mengatakan, sejumlah besar kawanan bersenjata ISIS tewas dan tak kurang dari 150 kendaraan serta lima senjata artileri mereka hancur akibat serangan udara pasukan Irak di kawasan al-Siniyah, barat laut Tikrit, Rabu sore.

Seperti diketahui, situasi Irak membara menyusul serbuan milisi ISIS bersama beberapa kelompok militan lainnya ke Mosul serta jatuhnya kota ini dan beberapa kawasan lain ke tangan kelompok ekstrim tersebut pada tanggal 10 Juni lalu. Krisis keamanan ini membuat Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengumumkan status siaga, para ulama dari semua mazhab menyerukan fatwa jihad melawan ISIS, dan tentara Irak bersama puluhan ribu relawanpun bangkit memerangi militan ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL