amerika_drone strikeKabul, LiputanIslam.com – Pesawat nirawak Amerika Serikat (AS) kembali menebar maut di Afghanistan mengakibatkan sedikitnya 18 orang tewas dan tujuh lainnya menderita luka-luka. Kepolisian Afghanistan menyatakan bahwa serangan itu terjadi di wilayah timur provinsi Kunar Minggu (1/6).

29 Mei lalu tentara AS juga melancarkan serangan udara mengakibatkan sekitar 10 orang tewas di wilayah tenggara provinsi Paktika.
Pesawat nirawak belakangan menjadi andalan AS dalam menebar kematian di berbagai negara Islam. Selain di Afghanistan, AS juga mengoperasikan pesawat itu untuk aksi yang sama di Yaman, Pakistan dan Somalia.

Pemerintah Washington menyatakan sasaran serangan drone itu di berbagai negara itu adalah kelompok militan bersenjata, namun para pejabat setempat dan saksi mata menyatakan bahwa akibat serangan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini korban terbanyak justru penduduk sipil.

AS dan negara-negara sekutunya menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 dengan klaim demi menumpas teroris. Invasi itu berhasil menggulingkan kelompok radikal Taliban dari kekuasaan, namun konfrontasi dan kekacauan masih sering terjadi di berbagai wilayah Afghanistan, walaupun puluhan ribu tentara AS masih bercokol di negara yang diduduki oleh pasukan Uni Soviet tersebut. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL