intida 3_1Ramallah, LiputanIslam.com – Departemen Kesehatan (Depkes) Palestina dalam statemen terbarunya, Senin (19/10), mengumumkan bahwa hingga Minggu siang lalu (18/10) Intifada 3 Palestina yang dimulai sejak awal Oktober lalu telah mempersembahkan 45 syuhada (tidak termasuk satu korban terbaru) yang 30 di antaranya adalah penduduk Tepi Barat dan Baitul Maqdis (Yerussalem), sedangkan 14 lainnya penduduk Jalur Gaza.

Sebagaimana dilansir Arabi Press, statemen itu menyebutkan bahwa sejauh ini juga telah jatuh korban luka sebanyak 1,829 orang Palestina akibat tembakan peluru karet maupun peluru timah dan senjata-senjata lain yang digunakan pasukan Zionis dalam upaya menumpas kebangkitan rakyat tertindas Palestina.

Disebutkan pula bahwa sebanyak ratusan orang Palestina mengalami sesak nafas akibat menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Zionis. Selain itu juga ada puluhan orang Palestina yang babak belur dihajar warga Zionis Israel di berbagai wilayah pendudukan Palestina.

Depkes Palestina menyatakan para petinggi Israel tidak mau merilis keterangan mengenai kondisi para syuhada yang “disandera” pasukan Zionis.

Menurut Arabi Press, operasi berani mati syahid terhadap tentara pendudukan Zionis masih terus bergelora dan tak tersurutkan oleh kebijakan tangan besi Israel. Dalam konteks ini, dua orang Israel yang satu di antaranya tentara, tewas diserang oleh pemuda Palestina dalam operasi berani syahid yang juga telah menjatuhkan 34 korban luka warga Zionis lainnya di Beershiba Minggu malam lalu. Pemuda itu akhirnya gugur diberondong peluru tentara Israel.

Operasi berani mati syahid pemuda itu tak pelak mendapat hujan pujian dari berbagai faksi Palestina yang menilainya sebagai reaksi rakyat Palestina terhadap agresi kaum Zionis.

Menurut berbagai laporan, bagai dalam adegan film laga, pemuda Palestina gagah berani itu memulai aksinya dengan menyerang dan melumpuhkan satu tentara Israel kemudian merampas satu pistol dan satu senapan laras panjang M16. Senjata itu lantas dia gunakan untuk menyerang sembilan orang Israel yang sebagian besar di antaranya adalah polisi dan tentara Israel, dan dia kemudian melanjutkan serangan hingga jatuh korban luka di pihak Zionis sebanyak 34 orang dengan kondisi dua di antaranya parah.

Pemuda Palestina itu akhirnya tertembak dan gugur setelah kehabisan peluru untuk melanjutkan serangannya yang memukau itu.
Gelegar Intifada 3 Palestina telah menimbulkan kepanikan yang luar biasa di tengah warga Zionis sehingga, seperti dilaporkan koran Israel Haaretz, jumlah permohonan mereka untuk dapat membawa senjata api melonjak sebanyak 5000 persen. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL