KuwaitCity, LiputanIslam.com –  Sebanyak 18.000 orang terbunuh dan 36.000 lainnya terluka dalam perang melawan ISIS di Irak sejak kelompok takfiri berfaham Salafi/Wahabi ini menyerbu Irak pada tahun 2014. Demikian dikatakan Menlu Irak Ibrahim Jafari pada sebuah konferensi mengenai bantuan internasional untuk rekonstruksi Irak yang diselenggarakan di Kuwait, Rabu (14/2/2018).

Dia juga mengatakan bahwa komitmen bantuan yang dibuat dalam konferensi ini masih kurang dari jumlah yang dibutuhkan.

Seumlah jumlah negara Arab dan lain-lain kemarin mengumumkan kontribusi keuangan mereka kepada Irak dalam sebuah konferensi yang diprakarsai Kuwait untuk rekonstruksi Irak.

Negara-negara itu antara lain Turki yang menjanjikan dana pinjaman sebesar US$ 5 miliar dan pelonggaran kredit, dan Arab Saudi yang menyumbang US$ 1 miliar uang bantuan, di samping sejumlah US$ 500 juta untuk mendanai ekspor Saudi ke Baghdad.

Qatar mengumumkan pinjaman investasi hingga US$ 1 miliar dan Uni Emirat Arab menyediakan US$ 500 juta, di samping US$ 500 juta yang diberikan oleh Islamic Development Bank (IDB).

Dana Arab untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial menjanjikan dana sebesar US$ 500 juta, sementara pemerintah Finlandia mengalokasikanUS$ 10 juta untuk upaya peremajaan.

Emir Kuwait Syeikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah telah mengumumkan pinjaman senilai US$ 1 miliar kepada Irak melalui Kuwait Fund for Arab Economic Development, serta dana lain untuk investasi di Irak sebesar US$ 1 miliar.

Pada konferensi Sekjen PBB Antonio Guterres memuji konferensi ini sebagai “kesuksesan besar”.

Irak mencari bantuan sebesar US$ 88,2 miliar dari para donatur untuk mendanai proyek rekonstruksi.

ISIS dari wilayah Suriah menyerbu Irak pada tahun 2014 dan sejak itu mereka menebar maut dan kehancuran yang luar biasa di Negeri 1001 Malam ini. Pasukan Irak dan sekutunya lantas menggelar operasi besar-besaran  untuk melawan dan menumpas ISIS serta merebut kembali kawasan yang diduduki ISIS.

Operasi ini berjalan selama lebih dari tiga tahun hingga kemudian Perdana Menteri Irak Haider Abadi mengumumkan kemenangan atas kawanan teroris takfiri tersebut pada Desember 2017. (mm/presstv/kuwaittimes)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*