syria-surenderDamaskus, LiputanIslam.com – Sebanyak 176 kawanan bersenjata telah menyerahkan diri kepada tentara pemerintah Suriah di Rif Damaskus. Bersamaan dengan ini para petempur kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan telah meninggalkan banyak posisi mereka di provinsi Deir al-Zor, bagian timur Suriah, karena khawatir mendapat serangan udara dari tentara Amerika Serikat (AS).

Situs pemberitaan Elnashra yang berbasis di Lebanon Rabu kemarin (17/9) melaporkan bahwa para gerilyawan yang menyerahkan diri itu antara lain adalah penduduk distrik Rahibah dan Jirod, Rif Damaskus. Mereka menyerah berkat upaya Komisi Rekonsiliasi Nasional Suriah. Mereka berjanji untuk tidak terlibat lagi dalam aksi pemberontakan, dan selanjutnya akan mendapat amnesti dari pemerintah dan dikembalikan ke keluarga masing-masing.

Sejauh ini sudah banyak warga Suriah yang menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah Suriah berkat sepak terjang Komisi Rekonsiliasi Nasional.

Sekitar satu bulan lalu, menurut pihak kepolisian Rif Damaskus, 360 gerilyawan telah meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada tentara di distrik Basimah dan kawasan Zabdani.

Di dua kawasan yang sama serta kawasan Kanakar dan Beit Sahm sebanyak 547 gerilyawan juga melakukan tindakan yang sama pada Agustus lalu.

Sebelum itu, sepanjang Maret hingga Juli 2014 hampir seribu kawanan bersenjata juga meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah di berbagai kawasan Suriah.

Situs berita Alalam memberitakan bahwa pasukan Suriah Rabu kemarin masih gencar melanjutkan operasi pembasmian kelompok-kelompok pemberontak dan teroris takfiri dengan menggempur beberapa markas kawanan bersenjata di kota Aleppo, kamp Yarmuk di Rif Damaskus, distrik Mirat dan Muhasan di provinsi Deir al-Zor, kota Kfar Zita di Rif Hamah, dan distrik Samlin, namun tidak ada laporan mengenai korban yang jatuh dalam operasi tersebut.

Laporan lain menyebutkan bahwa teroris ISIS telah menarik diri dari banyak posisi mereka di provinsi Deir al-Zor. Menurut keterangan para aktivis Rabu kemarin, mereka meninggalkan banyak tempat di sana karena takut terhadap rencana serangan udara AS ke kawasan Suriah.

“ISIS mulai meninggalkan banyak posisi dan pangkalannya di provinsi Deir al-Zor,” ungkap aktivis Abu Usamah kepada kantor berita Perancis, AFP, sebagaimana dimuat situs Rai al-Youm.

Dia mencontohkan bahwa ISIS telah meninggalkan bangunan bekas kantor gubernur di kota Deir al-Zor yang telah mereka ubah menjadi gudang amunisi. Selain itu, di kota al-Mayadin di dekat perbatasan Suriah dengan Irak ISIS juga meninggalkan delapan pangkalannya, namun masih bertahan di tiga pangkalan lain.

Abu Usamah menambahkan, “Para ‘jihadis’ juga menarik diri dari ladang-ladang minyak. Keluarga para jihadis asing yang semula tinggal di dekat ladang-ladang minyak itu juga meninggalkan tempat.”

Namun demikian, aktivis lain yang meminta tidak disebutkan namanya di provinsi Raqqah yang merupakan basis terbesar ISIS di Suriah menyatakan bahwa kelompok ini masih bertahan di semua posisi mereka di sana. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL