intifada 3-5NewYork, LiputanIslam.com –   Selama tahun 2015 yang baru saja berlalu, tak kurang dari 170 orang Palestina gugur akibat serangan kaum Zionis di berbagai wilayah pendudukan Palestina. Demikian dinyatakan oleh Kantor Kordinasi PBB Urusan Koordinasi Kemanusiaan (OCHA) dalam sebuah laporannya Kamis (31/12/2015), sebagaimana dilansir al-Youm7, Jumat (1/1/2016).

Dilaporkan bahwa sejak bentrokan terjadi antara massa Palestina dan kaum Zionis Israel pecah pada Oktober 2015 sampai sekarang, sebanyak 141 orang Palestina terbunuh, dan 15,377 orang Palestina lain  terluka. 90 persen dari total korban luka itu adalah warga Tepi Barat, termasuk Baitul Maqdis Timur yang menjadi kantung utama gejolak dan bentrokan.

Lebih detail lagi disebutkan bahwa 56 persen korban luka adalah akibat menghidup gas air mata, 25 persen akibat diterjang peluru karet, 14 akibat peluru tajam, sedangkan sisanya adalah akibat penganiayan.

OCHA juga melaporkan bahwa tentara Israel telah menghancurkan 539 unit bangunan milik orang Palestina di berbagai wilayah Tepi Barat dan Baitul Maqdis Timur.  Hal ini mengakibat sebanyak 742 orang Palestina mengungsi.

Laporan dari lembaga peduli HAM dan tawanan Palestina Addameer yang dilansir Falestin al-Youm (Palestine Today) menyatakan bahwa sejak Oktober 2015 sampai sekarang Israel juga telah menangkap 2663 orang Palestina, dan dari jumlah itu sebanyak 480 orang adalah anak-anak di bawah umur yang terlibat dalam gerakan intifada al-Quds.

Disebutkan pula bahwa ribuan orang Palestina diciduk oleh pasukan Israel; 620 orang di Baitul Maqdis, 1885 di berbagai wilayah Tepi Barat lainnya, dan 159 orang di wilayah Israel, atau lebih tepatnya di wilayah Palestina yang diduduki Israel pada tahun 1948.

Menurut Addamir, dengan adanya jumlah tersebut maka total jumlah orang Palestina yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Israel mencapai 6800 orang yang 660 di antaranya ditangkap sebagai tahanan administratif.

Kemudian, di antara para tahanan atau tawanan itu juga terdapat 60 orang perempuan dan lima anggota parlemen Palestina.

Palestine Today juga melaporkan bahwa hasil jajak pendapat di Israel menunjukkan anjloknya popularitas Partai Likud tempat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berasal, dan sebagian besar orang Israel kini merasa tidak aman tinggal di wilayah pendudukan Palestina (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL