tentara mesirKairo, LiputanIslam.com – Sebanyak 17 militan tewas dan 10 lainnya menderita luka-luka dalam kontak senjata dengan tentara dan polisi Mesir di berbagai kawasan sahara Sinai, Jumat (12/12). Demikian dilaporkan lembaga pemberitaan al-Youm al-Sabea.

Militan yang terlibat dalam kontak senjata ini disebutkan berasal dari kelompok “Wilayat Sinai” yang telah bergabung dengan kelompok teroris terkemuka Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Beberapa di antara militan yang tewas itu adalah para tokoh Wilayat Sinai.

Sumber-sumber keamanan Mesir dalam wawancara dengan al-Youm al-Sabea mengatakan bahwa pasukan anti terorisme serta pasukan al-Sha’iqah (halilintar) Mesir yang didukung pasukan udara telah melancarkan operasi serangan terhadap delapan tempat persembunyian teroris di beberapa kawasan yaitu al-Arish, Rafah dan Sheikh Zuweid. Selain delapan sarang mereka hancur, lima unit rumah juga hancur akibat serangan tersebut.

Operasi itu masih terus digelar untuk memburu para teroris yang diduga berkeliaran di tiga kawasan tersebut dan bermaksud melarikan diri dengan menerobos perbatasan.

Sahara Sinai menjadi ajang aksi kekerasan kaum militan bersenjata sejak Presiden Mesir Mohamed Morsi dikudeta oleh militer pada tahun 2013. Aksi mereka tersebut membuat para pejabat Mesir mengambil keputusan untuk mengadakan zona penyangga di wilayah perbatasan Sinai-Jalur Gaza.

Sementara itu, Jumat kemarin juga terjadi bentrokan antara aparat keamanan Mesir dan para simpatisan kelompok Ikhwanul Muslimin di kota Ain Shams. Bentrokan terjadi di dekat Masjid Nur al-Islam usai shalat Jumat.

Kedua pihak terlibat aksi saling serang setelah aparat berusaha membubarkan kerumunan massa dengan menembakkan gas air mata. Massa membalas dengan lemparan batu dan bom-bom molotov. Tak ada laporan lebih lanjut mengenai korban yang mungkin jatuh akibat bentrokan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL