Baghdad, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Irak Haeder Abadi mengimbau kawanan teroris takfiri ISIS agar menyerah kepada pasukan Irak dan tak perlu bertahan lebih lama. Dia mengatakan bahwa perang Mosul harus dilanjutkan dan dituntaskan sesegera mungkin sesuai rencana, dan pembebasan provinsi Nineveh akan menjadi peluang untuk pembebasan daerah Hawija di provinsi Kirkuk.

Dia juga mengimbau berbagai komponen Irak sendiri supaya menyudahi polemik politik.

“Persilisihan politik akan membantu upaya musuh melancarkan aksi-aksi teror melalui penebaran kekacauan dan instabilitas,” katanya, Selasa malam (16/5/2017).

Sebelumnya, jubir operasi gabungan pasukan Irak, Yahya Rasul, mengenai perkembangan operasi ini di Mosul menyebutkan bahwa menurut data terkini sebanyak 16,467 teroris tewas, dan bagian timur kota ini sudah sepenuhnya bebas sehingga kehidupan sehari-hari penduduk sudah berjalan normal.  Dia juga mengatakan bahwa 90 persen bagian barat Mosul sudah bebas dari cengkraman ISIS.

Pasukan Irak memulai operasi militer besar-besaran untuk membasmi ISIS di Mosul sejak Oktober 2016. Pada Januari 2017 mereka berhasil membebaskan Mosul timur. Selanjutnya, sejak Februari lalu mereka memulai lagi operasi militer untuk membebaskan Mosul barat, dan sejauh ini sebagian besar wilayah ini sudah berhasil dibebaskan. (mm/alsumarianews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL