Damaskus, LiputanIslam.com –  Sebanyak 100 unit bus telah masuk ke kota Douma di kawasan Ghouta Timur, provinsi Damaskus, Suriah, Ahad (8/4/2018), untuk merelokasi kawanan bersenjata beserta keluarga mereka, dan mengeluarkan warga yang tersandera dari sana. Dengan demikian, perjanjian antara pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak Jaish al-Islam mulai diterapkan.

Kesepakatan antara kedua pihak telah dicapai untuk mengeluarkan semua sandera dari Douma serta memindah semua militan Jaish Islam dari sana ke kota Jarabulus di provinsi Aleppo. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan di “Titik 95” Ghouta Timur antara delegasi pemerintah Suriah dan delegasi Jaish al-Islam atas permintaan pihak kedua.

Rusia menyebutkan bahwa kesepakatan dengan para pemimpin baru Jaish al-Islam di Douma telah tercapai dan menuntut mereka untuk meletakkan senjata dan keluar dari kota ini.

Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah yang bernaung di bawah Kemhan Rusia dalam statamennya pada Minggu malam (8/4/2018) menyatakan pihaknya hari itu telah “bernegosiasi dengan para pemimpin Jaish al-Islam hingga kemudian dicapai kesepakatan mengenai gencatan dan perlucutan senjata kelompok ini, dan dimulainya lagi proses pengeluaran kawanan bersenjata dari Douma.”

Pusat ini juga menyebutkan bahwa armada bus yang terdiri atas 100 unit telah dikerahkan dan masuk ke Douma, Minggu, untuk melakukan tahap pertama evakuasi kawanan bersenjata dan keluarga mereka. Diperkirakan bahwa jumlah orang yang akan dievakuasi itu 8000 militan dan 40,000 anggota keluarga mereka.

Sumber dari dalam kota Douma menyebutkan bahwa sekira 40 unit bus telah siap keluar dari Doma, sebagian mengangkut para sandera yang telah dibebaskan, dan sebagian lain mengangkut kawanan bersenjata dan keluarga mereka menuju Jarabulus. Satu unit bus pertama telah membawa sandera tersebut dari Douma ke lokasi keberadaan tentara Suriah di sekitar kamp al-Wafideen. (mm/alalam/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*