قرار في مجلس الأمن يكرس وقف إطلاق النار في سورياMoskow, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Igor Konashenkov, Rabu (24/2), menyatakan lebih dari 10 kelompok pemberontak Suriah menyetujui gencatan senjata, dan persetujuan itu mereka nyatakan dalam kontak mereka dengan pusat koordinasi gencatan senjata di pangkalan udara Hmeimim, Suriah.

“Di hari pertama kegiatan pusat koordinasi gencatan senjata di Suriah yang berkedudukan di pangkalan udara Hmeimim, para wakil lebih dari 10 kelompok pemberontak Suriah dari lima provinsi negara ini telah menyatakan persetujuannya untuk penerapan gencatan senjata,” ungkapnya, seperti dilansir IRNA, Kamis (25/2).

Di menambahkan bahwa pasukan militer Rusia masih beraktivitas di pangkalan itu, sementara call center yang ada di sana diaktifkan selama 24 jam untuk merespon usulan-usulan pihak pemberontak terkait gencatan senjata.

“Sejauh ini sudah ada beberapa usulan mengenai gencatan senjata dari kelompok-kelompok pemberontak di provinsi-provinsi Hama, Latakia, Homs dan Daraa,” katanya.

Menurutnya, pihak Rusia sudah merespon semua usulan yang masuk, termasuk dengan mengurangi intensitas operasi serangan udaranya terhadap markas-markas teroris di berbagai kawasan Suriah.

Pemerintah Rusia meminta Amerika Serikat (AS) supaya turut mengupayakan penerapan gencatan senjata di Suriah dan menempuh langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka ini sebagaimana yang dilakukan Rusia.

Sesuai kesepakatan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS, gencatan senjata di Suriah akan diterapkan sejak tanggal 27 Februari 2016.

Seperti diketahui, sejak lebih dari lima bulan lalu Rusia turun tangan memerangi kelompok-kelompok teroris di Suriah dengan mengerahkan sekitar 70 pesawat tempur dan helikopter militernya. Serangan ini membuat para teroris kocar-kacir sekaligus membangkitkan kemarahan AS dan para sekutunya di antara negara-negara Barat dan Timteng yang sejak awal memang memusuhi pemerintah Suriah sehingga menyokong kelompok-kelompok pemberontak dan teroris yang memerangi pemerintah Suriah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL