Palestinian prisoners to hold protest in Israeli jails: PARamallah, LiputanIslam.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dewan Pimpinan Tinggi Tahanan Palestina mengumumkan bahwa sekitar 7000 tahanan Palestina di penjara Israel hari ini, Rabu (10/9), memulai aksi mogok makan selama satu hari sebagai tanda protes mereka atas gugurnya satu tahanan Palestina di dalam penjara.

“Para tahanan (Palestina) di semua penjara Israel sejak dini hari ini memulai aksi mogok makan sebagai bentuk protes atas gugurnya tahanan al-Jaabari di dalam Penjara Eshel kemarin,” ungkap dewan tersebut dalam sebuah statemennya yang dirilis kantor berita Anadolu.

Statemen itu menambahkan bahwa rezim pendudukan Israel semakin kuat menekan para tahanan dan menistakan semua hak mereka yang paling asas.

Sementara itu, mantan menteri al-Quds, Khaled Abu Arafah, yang belum lama ini dibebaskan dari penjara Israel membenarkan kabar bahwa Israel semakin keras menekan tahanan Palestina.

“Sejak terjadi Perang Gaza Israel melakukan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya berupa larangan membezuk terhadap keluarga tahanan, larangan ke kantin bagi tahanan, dan larangan menonton channel-channel Arab di kantin, terutama untuk channel-channel berita,” tuturnya Abu Arafah.

Dilaporkan pula bahwa para sipir penjara Israel sejak kemarin malam menutup sel-sel tahanan dan melarang para tahanan keluar ke halaman tempat mereka berjalan-jalan dan berolah raga yang semula dapat mereka pakai selama empat jam sehari.
Di pihak lain, kepala administrasi penjara Israel dilaporkan khawatir terhadap kemungkinan memburuknya kondisi penjara-penjara Israel pasca gugurnya tahanan bernama Raed Abdel Salam al-Jaabari, 37 tahun.

Dalam statemennya yang dilansir Radio Nasional Israel Selasa kemarin, kepala administrasi penjara Israel itu mengaku prihatin atas kejadian itu dan berharap tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pasca kematian tahanan Palestina dari kota al-Khalil tersebut.
Al-Jaabari ditangkap petugas Israel 26 Juli lalu menyusul peristiwa penculikan dan pembunuhan tiga remaja Yahudi di al-Khalil namun sampai sekarang belum diproses di pengadilan.

Sejak kasus penculikan itu Israel melancarkan aksi penangkapan besar-besaran terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Baitul Maqdis (Jerussalem). Sumber-sumber Palestina menyatakan ada sekitar 2000 warga Palestina diringkus oleh aparat keamanan Israel sejak kasus penculikan yang terjadi pada tanggal 12 Juni tersebut. Selain itu, sebanyak 40 warga Palestina terbunuh sejak peristiwa itu.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL