bentrok palestina-israelNablus, LiputanIslam.com – Satu remaja Palestina gugur dan satu lainnya cidera ditembak tentara Israel di dekat kota Nablus, Tepi Barat, Senin (29/11). Demikian diberitakan Rai al-Youm sembari mengutip laporan TV Israel Channel 7 dan keterangan pihak kesehatan Palestina.

Remaja Palestina ditembak ketika sedang melempari kendaraan tentara Israel dengan batu di dekat pagar pembatas Za’tarah yang memisahkan antara Ramallah dan Nablus. Para saksi mata mengatakan bahwa tentara Israel memblokir lokasi peristiwa dan melarang warga mendekatinya.

Pihak Rumah Sakit Palestina di Nablus mengatakan satu pemuda Palestina menderita luka tembak di kawasan al-Fakhd dan dilarikan ke rumah sakit oleh penduduk distrik Hawareh. Menurut tim ambulan Palestina, pemuda itu dilarikan dengan ambulan dari sebuah lokasi di dekat pagar pembatas militer Za’tarah.

Sumber-sumber Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa warga Palestina yang gugur adalah remaja usia 16 tahun bernama Imam Duwaikat warga distrik Bita.

Menurut kantor berita Anatolia, tentara Israel telah menyerahkan jenazah korban kepada pihak Palestina dan dibawa ke Rumah Sakit Rafidia.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginstruksikan pengerahan 400 personil militer disertai perlengkapan yang lebih mutakhir untuk ditempatkan di berbagai lokasi penting di kota Baitul Maqdis.

Mengutip laporan Radio Israel, lembaga pemberitaan Mesir al-Youm al-Sabea memberitakan bahwa instruksi baru Netanyahu itu adalah dalam rangka meningkatkan upaya penumpasan warga Palestina di Baitul Maqdis. Dia juga meminta kepada para petinggi militer dan keamanan supaya tetap berada dalam kondisi siaga penuh.

Laporan lain dari Palestinian Information Center menyebutkan bahwa Netanyahu menilai draf resolusi Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai pukulan bagi keamanan Israel.

“Otoritas Ramallah berusaha memaksakan dikte-diktenya kepada pemerintahan Ibrani untuk mengancam keamanan dan stabilitas Israel,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Israel meminta Amerika Serikat dan masyarakat internasional supaya menolak draf resolusi mengenai kemerdekaan Palestina tersebut.

Draf resolusi yang diserahkan Jordania selaku wakil Palestina dan didukung oleh semua negara Arab itu mencanangkan pendirian negara Palestina merdeka dan penarikan total pasukan Palestina dari wilayah pendudukan tahun 1967 paling lambat November 2016. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL