pasukan israelGazaCity, LiputanIslam.com – Aksi brutal tentara Zionis Israel kembali merenggut nyawa warga Palestina. Sebagaimana dilaporkan al-Manar, Juru Bicara Layanan Darurat Gaza Ashraf al-Qudra mengatakan bahwa satu petani Palestina gugur ditembak tentara Zionis di dekat perbatasan utara Jalur Gaza-Israel, Minggu (23/11).

Dia menjelaskan bahwa korban bernama Fadel Mohammed Halawa, 32 tahun, itu diterjang dua peluru, satu di bagian kepala dan yang lain di bagian perut. Korban yang memiliki lahan pertanian di sisi pagar perbatasan itu ditembak dari arah menara militer.

Laporan dari Russia Today menyebutkan pihak keluarga korban mengatakan bahwa saat itu korban sedang mencari jenis burung tertentu yang berhabitat di pepohonan di dekat perbatasan di timur kamp pengungsi Jabalya. Burung itu berharga mahal di pasar-pasar Gaza.

Sejak terjalin perjanjian gencatan senjata Palestina-Israel sampai sekarang, Halawa merupakan warga Gaza pertama yang gugur diserang pasukan Israel.

Seperti diketahui, sejak Juli hingga Agustus lalu Israel telah melancarkan serangan udara dan darat ke Gaza selama tujuh minggu atau 51 hari, mengakibatkan sedikitnya 2,150 warga Palestina gugur syahid, terutama kaum perempuan, anak-anak dan lansia, dan belasan ribu lainnya cidera.

Serangan yang mengobarkan Perang Gaza itu reda setelah terjadi perundingan yang dimediasi oleh pemerintah Mesir dan kedua pihak menjalin kesepakatan senjata senjata untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Laporan lain menyebutkan bahwa di hari yang sama warga Zionis telah menganiaya beberapa pekerja Palestina di Baitul Maqdis. Menurut Zamn Press, sejumlah warga Zionis telah menyerang sebuah pasar buah dan menganiaya beberapa pekerja Palestina.

Para saksi mata mengatakan bahwa sejumlah massa Zionis tiba-tiba datang sambil membawa pentungan besi dan semprotan air cabai lalu menyerang para pekerja Palestina hingga terjadi bentrokan karena para korban serangan berusaha melawan.

Di tempat lain di Tepi Barat warga Zionis membakar sebuah rumah warga Palestina, namun tidak sampai menjatuhkan korban.

Menurut laporan AFP, warga Palestina Mohammed Abdul Karim sedang berada di dalam rumah itu bersama ibu dan beberapa saudarinya ketika sekelompok warga Zionis tiba-tiba datang sambil meneriakkan yel-yel berbahasa Ibrani. Tak lama kemudian terjadi kobaran api di salah satu kamar, namun kobaran tidak sampai menyentuh penghuni rumah karena mereka dapat segera menyelamat diri. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL