tentara dan pasukan rakyat irakBaghdad, LiputanIslam.com – Krisis keamanan di Irak hari ini Jumat (13/6/2014) memasuki keempat pasca pengambil alihan kota terbesar kedua di Irak, Mosul, oleh Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIL). Berita krusial yang mengemuka sepanjang Kamis kemarin antara lain ialah kegagalan parlemen Irak mengumumkan situasi darurat sehingga suhu politikpun terus memanas, sementara ribuan penduduk di berbagai provinsi ikut mengangkat senjata melawan gerilyawan ISIL. Ratusan perempuan bahkan dilaporkan ikut mengangkat senjata.

Terkait kegagalan parlemen Irak mengumumkan situasi darurat, suhu politik di negara ini tampak kian memanas seiring dengan membaranya situasi di lapangan. Koalisi Negara Hukum yang merupakan kubu Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menuding tiga koalisi partai politik lain bermain mata dengan teroris. Koalisi Negara Hukum kesal dan menilai tiga koalisi itu sengaja membuat peserta sidang darurat parlemen tidak memenuhi kuorum sehingga gagal menetapkan status darurat.

“Semua koalisi telah hadir dalam sidang, kecuali Koalisi Kurdistan, Fehrist al-Iraqiyyah, dan Koalisi al-Muttahidun sehingga sidang menjadi tidak memenuhi kuorum,” ujar Abdul Salam al-Maliki, anggota Koalisi Negara Hukum, Kamis (12/6/2014).

“Terorisme sedang berkembang pesat. Karena itu dengan absen dari sidang parlemen hari ini mereka telah melakukan sebentuk dukungan kepada terorisme,” lanjut dia.

Di lapangan, portal berita al-Masalah melaporkan bahwa pasukan keamanan Irak mulai melakukan pembersihan jalan-jalan besar di kota Mosul dan provinsi Salah al-Adin. Juru bicara badan penumpasan teroris di Irak menyatakan, operasi militer di dua provinsi Salah al-Din dan Ninawa terus berlanjut. tentara irak

Menurut dia, aparat keamanan meraih kemajuan sesuai rencana. Dia menambahkan pasukan penumpas teroris telah dikirim ke Samarra, dan sekarang kota ini sekarang dalam kondisi stabil dan terkendali.

Kementerian Pertahanan Irak merilis statemen menyatakan tidak ada satupun jet tempur yang ditinggalkan oleh angkatan udara Irak di Mosul. Dia menepis laporan beberapa media yang menyebutkan ada beberapa pesawat yang ditinggal di Mosul sehingga jatuh ke tangan gerilyawan ISIL. Menurut statemen tersebut, di bandara Mosul hanya ada satu unit pesawat, namun sudah rusak dan tak terpakai.

Media al-Sumaria mengutip pernyataan juru bicara resmi badan penumpasan terorisme Irak bahwa pasukan khusus Irak yang didukung beberapa jet tempur telah menyerang bagian utara Tikrit, menyebabkan banyak anggota ISIL tewas, dan sebagian lainnya kabur. Sebelumnya, pasukan Irak yang didukung pasukan kelompok-kelompok suku berhasil menyapu Tikrit, ibu kota provinsi Salah al-Din, dari keberadaan militan ISIL.

Sementara itu, Iraq al-Qanun, sebuah pusat penanganan relawan di propinsi Wasit, menyatakan jumlah relawan yang telah terdaftar di provinsi ini untuk bergabung dengan tentara melawan para teroris mencapai 7,000 orang.

Menurut laporan FNA, dalam wawancara dengan Radio al-Mirbad, seorang pejabat kepolisian mengatakan, “Organisasi yang sejak tiga hari lalu menyatakan kesiapannya menangani pendaftaran relawan ini mendapat sambutan luas dari penduduk sehingga rencananya akan di buka pusat-pusat pendaftaran lagi di beberapa wilayah lain di provinsi ini.”

Berbagai provinsi lain di Irak juga diwarnai mobilisasi rakyat. Media Elaph melaporkan bahwa ribuan penduduk di berbagai provinsi telah membentuk komite-komitet pertahanan untuk bahu membahu dengan tentara melawan teroris.

Sebelumnya, Perdana Menteri Nouri al-Maliki menyerukan kepada seluruh rakyat Irak agar bangkit membantu tentara Irak memerangi teroris.

Sejauh ini, dengan bantuan rakyat dari berbagai kelompok suku, tentara Irak berhasil mengusir kawanan bersenjata ISIL dari berbagai kota dan daerah. Di provinsi Diyala, sebanyak 200 perempuan bahkan juga ikut bangkit mengangkat senjata untuk mengantisipasi kemungkinan milisi ISIL masuk ke wilayah mereka.

Seperti diketahui, Selasa 10 Juni lalu ISIL menyerbu dan menguasai kota Mosul dan provinsi Ninawa. Dewasa ini masih berlanjut pertempuran pasukan Irak yang didukung pasukan rakyat dari berbagai suku, pasukan Kurdi Peshmarga, dan kelompok-kelompok relawan lainnya melawan teroris ISIL di provinsi al-Anbar, Salah al-Din, Ninawa, Kirkuk dan beberapa daerah lain. (mm/almasalah/fna/alsumaria/elaph)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL