Damaskus,LiputanIslam.com-Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengumumkan, mereka telah mengutus tim pencari fakta untuk menyelidiki dugaan serangan kimia di Ghouta Timur, Suriah.

OPCW pada hari Kamis (12/4) memberitakan tim pencari fakta organisasi ini akan mulai bekerja pada Sabtu (14/4) ini.

Bashar Jaafari, wakil tetap Suriah di PBB, dalam konferensi pers menyatakan, pemerintah Damaskus telah mengeluarkan visa untuk 4 anggota tim OPCW.

Setelah kelompok oposisi dan kelompok Jaish al-Islam mengklaim adanya serangan kimia di Douma, pemerintah Suriah pada Selasa (10/4) secara resmi meminta OPCW melakukan investigasi. Permintaan ini pun segera dikabulkan organisasi tersebut.

Kelompok oposisi dan negara-negara Barat, termasuk AS, menuduh Damaskus sebagai pelaku serangan tersebut. Namun, seperti diakui sendiri oleh menhan AS dan sekjen PBB, tak ada bukti yang menunjang tuduhan tersebut.

Kemenhan Rusia sendiri telah berulangkali memperingatkan, kelompok teroris akan menggunakan skenario senjata kimia di Ghouta Timur untuk memprovokasi Barat menekan Damaskus.

Serangan kimia yang diklaim Barat terjadi di Douma hanya selang sehari setelah Rusia memberikan peringatan terakhir pada Jumat (6/4) lalu. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*