Sanaa,LiputanIslam.com-Sebuah institut di Amerika menyatakan, Saudi tidak memiliki strategi untuk melindungi para loyalisnya. Kematian Ali Abdullah Saleh disebut sebagai bukti inkompetensi Saudi dalam meracik strategi di perang Yaman.

Menurut Institut Brookings, operasi militer Saudi di Yaman sejak awal tidak menguntungkan negara tersebut. Dua sekutu utamanya, yaitu Mesir dan Pakistan, bahkan enggan terlibat dalam koalisi bentukan Saudi.

“Saudi selama beberapa bulan mengklaim, mereka memiliki strategi untuk menang dengan menciptakan perselisihan di antara koalisi pemberontak (anggota Ansharullah). Di bulan Oktober, Saudi mengumumkan telah mengizinkan tim dokter Rusia memasuki Sanaa untuk menyelamatkan nyawa presiden terdahulu. Bagi Saleh, ini adalah sebuah pertanda yang jelas,”tulis Institut Brookings dalam laporannya.

Dengan tewasnya Saleh, kelompok Houthi disebut memiliki keunggulan di perang Yaman. Brookings menilai, meski masih terlalu dini untuk mengevaluasi sejauh mana kekuatan Houthi dalam mengontrol sektor utara Yaman, namun bisa dikatakan bahwa saat ini mereka adalah pemenang perang.

Saudi disebut Brookings tidak memiliki program untuk membantu Saleh. Mereka disebut tidak bisa berbuat apa-apa saat tiba saatnya untuk menolong loyalis Riyadh.

“Kematian Saleh kian menguatkan pandangan bahwa Saudi tidak punya strategi di Yaman kecuali hanya menciptakan kelaparan dan penyakit,”pungkas Brookings. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL