London,LiputanIslam.com-Mantan kepala MI6 Inggris menyatakan, dia tahu penyebab kenapa Prancis tidak ikut dalam invasi ke Irak tahun 2003 lalu. Sir Richard Dearlove mengklaim. Jacques Chirac (mantan presiden Prancis), yang meninggal pada 26 September lalu, telah menerima uang suap dari Saddam Hussein (diktator Irak).

“Ada tanda-tanda bahwa Chirac telah disogok oleh Saddam,”kata Dearlove dalam wawancara dengan Daily Mail.

Menurutnya, Saddam pada tahun 1995 dan 2002 memberikan “uang kontan dalam koper Samsonite” untuk kampanye pilpres Chirac.

“Dia (Chirac) adalah orang yang berkarakter buruk. Atau, saya bisa menyebutnya sebagai orang dengan kepribadian rendah,”kata Dearlove.

Dearlove menjelaskan, para petinggi intelijen Inggris dan Prancis sepakat bahwa Irak berusaha membeli “Kue Kuning” secara diam-diam dari tambang di Guinea yang dimiliki perusahaan atom Prancis. “Kue Kuning” adalah sebutan untuk bahan yang digunakan untuk membuat uranium yang dikayakan.

Beberapa pekan kemudian, kata Dearlove, seorang petinggi intelijen Prancis menghubungi dirinya dan berkata bahwa “kami tidak ingin menggunakan bahan ini.”

“Ini hal yang sangat aneh. Belakangan, diketahui bahwa saat situasi di Irak menjadi rumit, Prancis tidak berminat mendukung AS dan Inggris di PBB untuk menyerang Irak,”jelas Dearlove.

Dia mengklaim, ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Chirac di masa itu menerima uang kontan dari Saddam. Ini memicu kecurigaan intelijen AS dan Inggris akan motif dari presiden Prancis tersebut.

Dearlove mengatakan kepada Daily Mail, Chirac menerima suap dari Saddam untuk secara terang-terangan menentang invasi AS ke Irak. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Israel Kuatir Mendapat Serangan Seperti Insiden Aramco

Iran Mengaku Menerima Surat dari Arab Saudi

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*