Manama,LiputanIslam.com-Deputi sekjen Partai al-Wifaq Bahrain menyatakan, partisipasi rakyat negara ini dalam pemilu legislatif di bawah 28 persen.

Syaikh Husain al-Daihi memberi tanggapan atas berlangsungnya pemilu legislatif Bahrain yang diadakan Sabtu (24/11). Menurutnya, Bahrain tengah melalui salah satu periode tergelapnya.

“Pemilu yang berlangsung hari ini tidak memiliki legalitas hukum,”kata al-Daihi.

“Berdasarkan pengamatan kami, tingkat partisipasi dalam pemilu kali ini tidak mencapai 28 persen. Bahkan, di sejumlah wilayah, partisipasi warga kurang dari 7 persen,”tambahnya.

Al-Daihi berpendapat, Bahrain pada Sabtu lalu menyaksikan ‘terorisme pemilu,’ karena dia menilai pemilu tersebut hanya bersifat propaganda.

“Kami masih menyaksikan krisis kepercayaan antara rakyat dan penguasa. Penguasa berbicara soal pesta demokrasi, padahal salah satu legislator terpilih hanya memperoleh 40 suara saja,”tandasnya.

Dia mengatakan, demi ‘menyemarakkan’ kampanye propaganda ini, rezim Al Khalifa telah memberikan status kewarganegaraan kepada 150 ribu orang dari 8 negara berbeda.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*