Damaskus,LiputanIslam.com-Tentara Suriah telah mengibarkan bendera negara ini di Douma sebagai tanda dibebaskanya kota itu sepenuhnya, Demikian dilansir oleh kantor berita Sputnik.

Yuri Yevtushenko, kepala pusat Rusia untuk rekonsiliasi Suriah, mengatakan bahwa tentara pemerintah telah mengambil alih kendali Douma, basis terakhir Jaish al-Islam di Ghouta Timur.

“hari ini kita menyaksikan peristiwa penting dalam sejarah Suriah, yaitu berkibarnya bendera Suriah di gedung-gedung Douma. Dengan ini dinyatakan bahwa kota ini telah steril sepenuhnya dari kelompok bersenjata,”kata Yevtushenko.

Kemenhan Rusia pada Selasa (10/4) mengumumkan, sebanyak 2 ribu orang dari teroris bersama keluarga mereka telah meninggalkan Douma. 4 ribu orang lain juga akan segera direlokasi dari kota tersebut.

Operasi pembebasan Douma dari cengkeraman kelompok teroris telah dimulai sejak 25 Februari lalu. Operasi militer ini tengah memasuki tahap-tahap akhir saat muncul klaim adanya serangan kimia di kota tersebut.

Guna menyelamatkan kelompok teroris, para pendukung mereka menggulirkan kembali skenario serangan kimia pada 7 April lalu dan menuduh Damaskus sebagai pelakunya.

Kemenhan Rusia dengan tegas menyatakan, tak ada senjata kimia yang digunakan di Douma.

Vladimir Chizhov, dubes Rusia untuk Uni Eropa, menyinggung hasil penyelidikan pakar militer negaranya di Douma dan menepis terjadinya serangan kimia. Menurutnya, ada klaim yang menyebutkana adanya jenazah-jenazah yang ditumpuk di bawah tanah. Namun ternyata tak ada satu pun jenazah di sana. Bahkan tak satu pun orang yang merujuk ke rumah sakit karena terpapar bahan kimia. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*