Beirut,LiputanIslam.com-Angkatan Bersenjata Lebanon merilis statemen terkait operasi militer di kota Arsal, di bagian timur negara ini. Operasi ini dilakukan pada Jumat (30/6) di sejumlah kamp pengungsi Suriah.

Statemen ini menyebutkan, sebanyak 350 terduga teroris telah ditangkap, sementara lima teroris menemui ajalnya. Para teroris ini meledakkan diri saat dikejar tentara Lebanon di kamp pengungsi al-Nur dan al-Qariya.

Menteri Pertahanan Lebanon menegaskan, militer negara ini akan terus melanjutkan operasi pembasmian basis-basis teroris.

Jumat kemarin, tentara Lebanon menyerbu kamp-kamp pengungsi Suriah untuk menangkap anggota Jabhat al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda. Kamp-kamp pengungsi ini digunakan mereka sebagai markas perencanaan aksi teroris terhadap militer dan warga sipil Lebanon.

Dalam operasi tersebut, empat teroris melakukan bom bunuh diri di dalam kamp al-Nur. Salah satu dari mereka meledakkan diri di antara satu keluarga pengungsi di dekat tim serbu tentara Lebanon. Selain membunuh pelaku, bom itu juga menewaskan seorang bocah usia 2,5 tahun serta melukai sejumlah tentara. Sebuah bom juga meledak di kamp tersebut, sedangkan satu bom lain berhasil dijinakkan.

Sejumlah teroris asal Suriah tewas dalam serbuan tersebut. Sebanyak 350 orang ditangkap dalam operasi militer tersebut. Salah satunya adalah Muhammad al-Malish alias Zaini. Zaini adalah salah satu buronan penting yang diburu tentara Lebanon.

Sejak dimulainya perang Suriah, kamp-kamp di Arsal berubah menjadi markas teroris serta jalur lalu lintas mereka antara Lebanon dan Suriah. Arsal terletak di perbatasan Lebanon yang berdekatan dengan kawasan al-Qalamun, Suriah.

Kamp-kamp ini menjadi kawasan strategis bagi kelompok teroris, khususnya untuk operasi bom mobil. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL