NewYork,LiputanIslam.com-Wakil Palestina di PBB menuntut pengutukan keras atas pembantaian yang dilakukan Israel pada unjuk rasa damai Jumat (30/3). Riyadh Mansour mengatakan, Israel harus bertanggung jawab sepenuhnya atas tindakan brutal tersebut.

Rapat darurat Dewan Keamanan PBB diadakan Jumat sore waktu setempat atas permintaan Kuwait selaku anggota nontetap DK. Rapat diadakan menyusul kebrutalan serdadu Israel menembaki warga sipil Palestina di Jalur Gaza kemarin. Sebanyak 16 warga tewas dan lebih dari 1500 orang terluka dalam penembakan tersebut.

Mulanya rapat ini diadakan secara tertutup dan tidak resmi, dengan harapan bisa menghasilkan sebuah keputusan. Namun seiring berjalannya rapat, wakil Kuwait meminta agar rapat diadakan secara terbuka.

Mansour dalam rapat itu mengatakan, pasukan keamanan Israel menggunakan penembak jitu, tank, dan personel keamanan dalam menembaki para pengunjuk rasa.

“Unjuk rasa damai ini sama sekali bukan ancaman bagi Israel. Para pengunjuk rasa tak berniat melakukan kekerasan. Penembakan ini melanggar undang-undang internasional HAM, sebab warga tidak membawa senjata,”tutur Mansour.

Menurutnya, lebih dari 100 tank Israel disiagakan untuk menghadang para pengunjuk rasa. “Kita harus ingat bahwa dua juta warga sipil Gaza sedang menderita akibat blokade Israel selama 10 tahun terakhir,”lanjutnya.

Mansour juga menyinggung pembangunan pemukiman Yahudi di Tanah Pendudukan. Dia menyebut hal itu sebagai perampasan hak-hak warga Palestina. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL