NewYork,LiputanIslam.com-Deputi menlu Iran menampik kemungkinan pertemuan presiden Iran dan AS di sela-sela sidang umum PBB. Abbas Araghchi menyatakan, selama Washington tidak menghentikan tekanan maksimum atas Teheran, Iran tidak akan berunding dengan AS.

“Tekanan maksimum AS telah memicu perlawanan maksimum dari pihak Iran. Teheran akan tetap melanjutkan perlawanannya ini,”tegas Araghchi saat diwawancarai The Independent.

“Untuk mengawali perundingan sejati, perang ekonomi ini harus berakhir. Demi berakhirnya perang ini, kita butuh gencatan senjata untuk melakukan perundingan sejati dan mencari solusi,”imbuhnya.

Baca: Presiden Rouhani: Iran akan Tawarkan Koalisi Regional Timur Tengah ke PBB

Araghcgi menegaskan, baik Iran atau negara lain mana pun, tidak akan bersedia berunding di bawah tekanan.

AS pada tahun lalu secara ilegal keluar dari kesepakatan nuklir Iran dengan kelompok 5+1 (JCPOA). Washington menuntut kesepakatan baru yang meliputi program rudal dan aktivitas regional Teheran.

Saat ditanya apa reaksi Iran jika tekanan maksimum AS berubah menjadi tekanan militer, Araghchi menjawab,”Bila itu terjadi, kami akan melakukan perlawanan militer.”

Menurutnya, jika AS kembali ke JCPOA, baru ada kemungkinan Rouhani bertemu Trump. Itu pun hanya dalam koridor pertemuan beberapa pihak di kelompok 5+1.

Araghchi mengatakan, jika Iran bisa menjual minyaknya, Teheran akan kembali ke komitmen awalnya di JCPOA. Tapi, ia menegaskan, tidak berarti bahwa itu akan membuat Iran bersedia berunding dengan AS. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Presiden Iran Sebut Keberadaan Pasukan Asing di Teluk Persia Sebagai Penyebab Ketidak Amanan

Iran Pamerkan Sistem Pertahanan Udara Baru Bernama “Hael”

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*