Teheran,LiputanIslam.com-Iran bereaksi terhadap permintaan presiden AS agar OPEC meningkatkan produksi minyaknya. Menteri Minyak Iran menegaskan, OPEC bukan lembaga milik AS dan tidak boleh dijadikan senjata politik atas negara-negara lain.

“Tiap keputusan di OPEC memerlukan kesepakatan bulat para anggota. Saya pikir, kami tak akan bisa mencapai kesepakatan dalam hal ini. Poin penting yang ingin saya sampaikan adalah, OPEC adalah lembaga independen dan bukan milik AS,”kata Bijan Namdar Zanganeh.

“OPEC bukan lembaga yang menerima perintah dari Trump dan melaksanakannya. Trump berkhayal dia bisa memerintah OPEC. Dia telah menciptakan kesulitan untuk pasar minyak dengan memberlakukan embargo terhadap dua pendiri dan anggota penting OPEC (Iran dan Venezuela). Kini dia berharap agar lembaga ini mengubah beberapa hal. Menurut saya, ini tidak adil,”lanjut Zanganeh.

Menteri minyak Iran berpendapat, OPEC harus mendukung ide bahwa minyak tidak boleh dijadikan senjata politik atas negara-negara lain.

Seminar internasional OPEC ke-74 akan berlangsung pada 20-21 Juni di ibukota Austria, Wina.

Dengan adanya permintaan presiden AS agar produksi minyak ditingkatkan, para pakar memprediksi pertemuan ini akan menjadi salah satu pertemuan OPEC paling menantang dalam beberapa tahun terakhir. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*