Baghdad, LiputanIslam.com – Beranggapan tanggapan datang dari masyarakat dan tokoh Suriah mengenai berita tewasnya pemimpin kelompok teroris ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi, di tangan pasukan AS di distrik Parisha di barat laut Idlib, Suriah.

Menurut kabar itu, Al-Baghdadi dan beberapa petinggi ISIS lainnya menemui ajal mereka dalam operasi militer AS yang melibatkan beberapa unit helikopter dan berlangsung selama dua jam serta menghancurkan tempat pertemuan mereka.

Baca: Tewasnya Al-Baghdadi Tak Berarti Berakhirnya ISIS

Anggota parlemen Suriah Ahmad Al-Qubani, Ahad (27/10/2019), menyangsikan peristiwa ini dengan mengatakan, “Ini bisa jadi dimanfaatkan oleh AS untuk unjuk kekuatan, tidak lebih, dan semua orang mengetahui bahwa AS-lah yang menggerakkan para pengikutnya melalui berbagai jalur terorisme dan kawanan teroris.”

Di tengah masyarakat Suriah, meskipun sebagian orang percaya kepada kabar itu, namun mereka yakin bahwa AS masih akan memroduksi teroris, seandainyapun era ISIS sudah berakhir.

Para pengamat di Damaskus, ibu kota Suriah, menekankan bahwa jadwal pembunuhan Al-Baghdadi tidak lepas dari kepentingan politik Presiden AS Donald Trump. Menurut mereka, Trump menggunakan isu kematian Al-Baghdadi untuk mendongkrak posisinya menjelang pemilu ataupun untuk mengurangi tekanan yang menimpa dirinya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*