Washington,LiputanIslam.com-Kelompok-kelompok pembela HAM mengkritik keras langkah Microsoft yang menanamkan investasi di sebuah perusahaan produsen software identifikasi wajah. Software tersebut digunakan untuk memata-matai warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat.

Pada bulan Juni lalu, Microsoft mengumumkan penanamam modal senilai 74 juta dolar di perusahaan Israel, AnyVision. Software yang diproduksi korporasi ini adalah teknologi identifikasi wajah yang digunakan militer Israel di Tepi Barat. Sejumlah investor asal AS dan Eropa juga bergabung dalam penanaman modal di korporasi tersebut.

Baca: Israel Klaim Ada Komunikasi Rahasia UEA dan Saudi dengan Iran

Menurut laporan harian Haaretz pada Juli lalu, tentara Rezim Zionis menggunakan aplikasi buatan AnyVision di pos-pos pemeriksaannya.

Menurut Amos Toh (peneliti kecerdasan buatan di lembaga pengawas HAM), penggunaan teknologi semacam ini dengan latar belakang politik bisa menimbulkan masalah serius.

“Saya pikir, Microsoft harus melihat bahaya yang bisa ditimbulkanbagi HAM oleh investasi di korporasi yang membuat sebuah teknologi untuk rezim penjajah,”kata Toh kepada majalah AS, Forbes.

Asosiasi Kebebasan Sipil AS juga mengecam investasi Microsoft di perusahaan Israel tersebut.

Menurut laporan Forbes, AnyVision terkait dengan instansi spionase dan tentara Israel. Perusahaan itu dipimpin oleh Amir Kain, mantan direktur divisi urusan tentara di Kementerian Keamanan Rezim Zionis. (af/fars)

Baca Juga:

Dikunjungi Turis Israel, Yordania Tutup Komplek Makam Nabi Harun

Ekstremis Yahudi Serukan Pendudukan Masjid Al-Aqsa pada Idul Adha

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*