NewYork,LiputanIslam.com-14 anggota Dewan Keamanan PBB menolak permintaan AS untuk mengakui Golan sebagai bagian dari Israel. Wakil tetap Suriah di PBB menyatakan, sikap ini adalah tamparan keras kepada Tel Aviv.

Dalam rapat DK PBB Rabu waktu setempat (27/3), semua anggota, kecuali AS, menegaskan bahwa dataran tinggi Golan adalah bagian tak terpisahkan dari Suriah.

“Golan adalah kawasan milik Suriah. Israel, suka atau tidak, baik didukung AS atau tidak, harus tahu bahwa Golan akan kembali ke pangkuan Suriah,”kata Bashar Jaafari kepada wakil Israel di PBB.

“AS dan Israel jangan berpikir bahwa tanah Suriah akan menjadi bagian dari Kesepakatan Abad Ini,”lanjutnya.

Ditujukan kepada para anggota DK PBB, Jaafari mengatakan, tindakan AS adalah sebuah langkah berbahaya yang akan melapangkan jalan bagi hancurnya hukum internasional. Pada hakikatnya, kata Jaafari, ini adalah penghinaan terhadap PBB.

Menurutnya, langkah Washington adalah pelanggaran terhadap semua resolusi internasional dan sidang umum PBB, terutama yang berkaitan dengan instruksi untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah negara-negara Arab sejak 1967 lalu.

Jaafari mengapresiasi sikap negara-negara dunia yang menentang keputusan Trump terkait Golan.

“Sikap negara-negara ini menunjukkan sejauh mana keterkucilan AS dan Israel di pentas dunia, sekaligus memperlihatkan bahwa keduanya adalah ancaman bagi perdamaian dan keamanan dunia,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*