taliban kunduzKabul, LiputanIslam.com — Ratusan militan Taliban melancarkan serangan untuk merebut wilayah Kunduz, Afghanistan. Serangan ofensif di Kunduz dimulai beberapa hari setelah Taliban secara resmi mengumumkan akan melakukan Operasi Omari di musim semi. Mereka bertekad akan melakukan serangan besar-besaran, melalui perang gerilya dan menggunakan bom bunuh diri untuk menjatuhkan pemerintah Afghanistan dari kekuasaan.

Pertempuran pecah pada Kamis (14/4/2016) di enam kabupaten di Provinsi Kunduz. Tentara Afghanistan berjaga sepanajang malam untuk memerangi militan Taliban.

“Ada pertempuran sengit yang terjadi tapi Taliban gagal untuk merebut wilayah manapun. Kami telah memukul mundur,” terang Kepala Kepolisian Kunduz, Mohammad Qasim Jangalbagh, seperti dilansir Tasnimnews (16/4/2016).

Seperti diketahui, Taliban sempat berhasil merebut dan menguasai Kunduz tahun lalu meski hanya beberapa hari, dan hal ini merupakan pukulan hebat bagi pemerintah Afghanistan yang dipimpin Presiden Ashraf Ghani. Saat itu, Taliban juga mengancam akan menyerang Provinsi Helmand di jantung wilayah selatan setelah mereka berhasil menguasai beberapa kabupaten.

Berbekal keberhasilannya memukul balik Taliban, para pejabat mencoba untuk mencegah kepanikan yang terjadi di tengah-tengah rakyat Afghanistan.

“Kami akan menjamin rakyat kami bahwa situasi berada di bawah kontrol, dan kami tidak akan membiarkan bencana yang terjadi tahun lalu kembali terulang,” ujar Jangalbagh.

Menurut narasumber setempat, suara tembakan dan ledakan terdengar dari pinggiran timur Kunduz, yang berjarak sekitar 5 km. Warga yang ketakutan memilih bersembunyi dan menutup toko. Jalan raya antara Kunduz dan Provinsi Takhar juga diblokir.

Imamuddin Qureshi, Kepala distrik Imam Saheb, Kunduz, menyebut bahwa ada beberapa pos-pos keamanan yang jatuh ke tangan Taliban, dan pihaknya sudah meminta kepada pemerintah di Kabul untuk segera mengirimkan bala bantuan.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menyebut bahwa pihaknya telah merebut pos-pos keamanan di enam kabupaten Kunduz, dan tiga ledakan bom telah menewaskan tujuh anggota pasukan keamanan Afghanistan. Namun klaim tersebut belum diverifikasi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL