Israel-Wall-LebanonTel Aviv, LiputanIslam.com — Israel membangun tembok di area Uppler Galilee, yang berdekatan perbatasan Lebanon dan daerah pendudukan Golan. Mereka mengklaim, bahwa hal ini dilakukan untuk melindungi keamanan negaranya dari ancaman Hizbullah Lebanon.

Saluran berita Israel Channel 2, yang dikutip ABNA 24 ( menayangkan saat Israel mengirimkan tentara untuk mengamankan konstruksi bangunan, tepatnya di Kibbutz Misgav Am. Dengan adanya tembok ini, menurut pejabat Israel, maka tertutup kemungkinan bagi pejuang Hizbullah untuk masuk ke wilayah Israel dan melakukan serangan.

Israel sendiri telah memerangi Lebanon pada pada tahun 1982- 2000 (perang Lebanon-Israel I) dan 2006 (Perang Lebanon-Israel 2). Sekitar 1.200 penduduk Lebanon menjadi korban serangan Israel dalam perang musim panas selama 33 hari yang dilancarkan Israel pada tahun 2006.

Seorang pejabat senior Israel memperingatkan bahwa perang yang lain kelak adalah kesempatan untuk Lebanon, sebagaimana Tel Aviv, untuk mengerahkan seluruh kemampuan militer.

Wakil Kepala Staf Militer Israel, Mayor jenderal Yair Golan menyatakan pada hari Rabu bahwa Hizbullah memiliki kapabilitas/ kemampuan untuk mengancam Israel, dengan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tahun 2012, Israel juga membangun tembok di dekat kota Lebanon, Metulla, dengan alasan yang sama.

Konstruksi bangunan ini dimulai dua hari setelah militer Israel melakukan latihan militer di bagian utara wilayah yang diduduki. Pelatihan ini mengerahkan militer Israel dalam jumlah yang besar, begitu juga dengan kendaraan dan persenjataan.

Latihan ini merupakan “pengokohan kompetensi dan kewaspadaan tentara”, seperti yang disebutkan dalam pernyataan militer Israel. Akhir minggu, Israel juga menggelar latihan selama 2 hari di kota Safed.

Langkah Israel ini dilakukan tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar rapat kabinet di Dataran Tinggi Golan, dan mengungkapkan bahwa tidak mungkin pihaknya mengembalikan wilayah ini kepada Suriah.

Iran, Jerman, Liga Arab dan Amerika Serikat, menolak klaim Tel Aviv atas Golan.Wilayah ini dirampas Israel setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967, namun Dewan keamanan PBB melalui sebuah resolusi telah memutuskan bahwa Golan harus dikembalikan ke Suriah. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL