Riyadh,LiputanIslam.com-Hujan deras yang mengguyur Saudi sepanjang Jumat (9/11) telah merendam sebagian besar kota di negara tersebut, terutama Riyadh. Meski demikian, media-media pemerintah memilih bungkam terkait kerugian akibat rendaman air, lantaran mengkhawatirkan konsekuensi hukum peliputan berita banjir ini.

Foto-foto dan video yang tersebar di medsos menunjukkan kondisi jalanan utama dan cabang Riyadh yang terendam air, juga kerugian akibat guyuran hujan.

Air dikabarkan memasuki rumah-rumah warga. Bahkan, sebagian warga Riyadh, terutama yang tinggal di sektor barat dan selatan kota, terpaksa bermalam di atas atap.

Sejumlah besar perabotan rumah di kawasan tersebut hanyut terbawa arus air ke jalanan. Benturan perabotan-perabotan tersebut dengan fasilitas-fasilitas kota dan warga yang berusaha menyelamatkan diri, menyebabkan kerugian finansial dan jiwa.

Arus air tersebut juga menyeret ratusan kendaraan yang sedang melaju atau diparkir. Tidak jelas bagaimana nasib para penumpang kendaraan-kendaraan tersebut. Meski demikian, media-media Saudi hanya menyinggung kondisi cuaca di hari-hari mendatang.

Berdasarkan sejumlah laporan, hujan deras tersebut juga menimbulkan kerusakan di bandara internasional Raja Khalid di Riyadh, sehingga sebagian besar aktivitas di bandara itu praktis lumpuh.

Langit-langit bandara rusak akibat guyuran hujan dan menyebabkan tempat tibanya penumpang dan sektor pemeriksaan bagasi tergenang air.

Para warga mengatakan, tim penolong, terutama Bulan Sabit Merah Saudi, baik kemarin atau hari ini, tidak memberikan bantuan apa pun kepada para korban. Bahkan tidak diketahui di mana posisi tim-tim penolong tersebut.

Masyarakat juga mengeluhkan ketidakhadiran aparat keamanan untuk menjaga properti mereka, sebab sejumlah orang memanfaatkan kondisi itu untuk menjarah harta warga.

Sebagian pengguna medsos Saudi menyatakan, banyak orang yang tidak menyinggung problem akibat hujan tersebut karena takut terhadap Muhammad bin Salman, Mereka khawatir, sedikit kritikan atas kondisi itu akan menyeret mereka kepada kesulitan.

Menurut mereka, jika Bin Salman bisa dengan mudah membunuh jurnalis oposisi di negeri asing dan melenyapkan jasadnya, tentu ia akan lebih gampang melakukan hal serupa di negeri sendiri terhadap para pengkritik, bahkan walau kritikan itu disebabkan masalah yang ditimbulkan cuaca.

“Kondisi ketakutan di negara menyebabkan warga dan wartawan memilih bungkam, bahkan jika yang terendam adalah seluruh negara, bukan hanya Riyadh,”cuit netizen bernama Lisan al-Amah.

Netizen lain bernama Abdul Aziz menulis:”Tiap tahun jutaan dolar dihabiskan untuk membeli alat-alat penyelamat. Namun saya pikir, hujan di Riyadh telah menenggelamkan semua alat-alat itu, sebab kita tidak melihatnya sama sekali.”

“Sekarang di Riyadh tak ada suara yang lebih nyaring dari suara gergaji (merujuk kepada pembunuhan Khashoggi dengan gergaji). Riyadh terendam oleh hujan, dan media-media Saudi tenggelam dalam kebisuan,”cuit netizen lain. (af/alalam/irna)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*