Gaza,LiputanIslam.com-Harian Saudi, al-Hayat, edisi Selasa (17/7) melaporkan bahwa utusan khusus PBB untuk urusan Timteng membawa pesan bernada ancaman Israel dalam pertemuannya dengan petinggi Hamas.

Pesan yang dibawa Nickolay Mladenov menunjukkan besarnya kerugian yang diderita Israel akibat bom layang-layang Palestina. Tel Aviv mengancam, jika peluncuran bom layang-layang ini tak dihentikan, Israel akan melancarkan perang keempat atas Jalur Gaza.

Menurut laporan al-Hayat, pesan ini disampaikan Mladenov saat bertemu Ismail Haniyeh pada Minggu (15/7) lalu.

Dalam kunjungan selama empat di Jalur Gaza, Mladenov juga bertemu dengan para petinggi Hamas selain Haniyeh. Dia membicarakan proposal khususnya untuk Gaza dan faktor-faktor yang menyulut konflik berdarah lain antara Gaza dan Rezim Zionis.

Utusan khusus PBB ini disebut tidak menentang penyelenggaraan pawai al-Awdah. Bahkan, dia menganjurkan warga Palestina untuk melanjutkannya, namun dengan cara yang damai.

Ketidakmampuan Israel menghadapi ‘senjata’ sederhana warga Gaza ini mendorong Tel Aviv dan petinggi militer Zionis berulangkali mengancam akan menyerang kawasan itu.

Avigdor Lieberman (menteri perang Israel) pada Senin kemarin kembali melontarkan ancaman serangan lebih dahyat sebagai reaksi atas bom layang-layang Palestina.

Benyamin Netanyahu juga menegaskan, dirinya tidak akan membiarkan kondisi ini terus berlanjut.

Penggunaan bom balon dan layang-layang telah dimulai seiring berlangsungnya pawai al-Awdah di perbatasan timur Gaza sejak Maret lalu. Hingga kini, bom layang-layang itu telah menghanguskan ratusan hektar wilayah pemukiman Israel yang berbatasan dengan Gaza.

Kementerian perang Israel memperkirakan, sekitar 1200 bom balon dan layang-layang telah diterbangkan dari Gaza. Tentara Rezim Zionis diklaim berhasil merontokkan 500 buah bom layang-layang tersebut.

Para petinggi Israel juga memperkirakan, bom layang-layang itu telah membebankan kerugian lebih dari 3 juta dolar kepada Tel Aviv. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*