pasukan suriah dan bendera asadDamaskus, LiputanIslam.com – Sepanjang tahun 2015, pemerintah Suriah menggelontorkan dana lebih dari 33 miliar SYP untuk pengungsi Palestina. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Otoritas Umum untuk Pengungsi Arab Palestina (GAPAR) , Ali Mustofa.

Dalam sebuah laporan yang dikirimkan ke United Nations Relief and Workers Agency for Palestinian Refugees (UNRWA) disebutkan bahwa dana tersebut digunakan di berbagai bidang. Untuk pelayanan pendidikan, Suriah menggelontorkan dana sebesar 10, 942 miliar SYP. Sekolah dan taman kanak-kanak, dan seluruh aspek yang berkaitan dengan pendidikan bisa tetap berjalan meski Suriah tengah dilanda konflik.

Mustafa juga menyatakan, untuk pelayanan sosial, Suriah merogogoh kocek sebanyak 3, 964 miliar SYP. Dana ini digunakan untuk membantu kebutuhan pengungsi Palestina, memperbaiki kerusakan, dan lainnya.

Suriah juga menyediakan dana untuk pelayanan kesehatan. Sebesar 985 juta SYP digunakan untuk biaya berobat di rumah sakit, apotik, klinik secara gratis. Sekitar 2 miliar SYP plus 328 juta SYP disiapkan untuk layanan kesehatan berkelanjutan. Sementara itu, untuk biaya keamanan, bala bantuan, dan administrasi lainnya, menghabiskan dana sekitar 15 miliar SYP.

Suriah tengah dilanda konflik sejak tahun 2011, dan berdampak buruk pada pengungsi Palestina di Suriah. Kamp Yarmouk misalnya, yang awalnya dihuni oleh ratusan ribu penduduk Palestina selama puluhan tahun, kini telah menjadi medan tempur yang rusak berat. Meskipun tengah krisis, namun pemerintah Suriah tetap mengupayakan yang terbaik untuk pengungsi Palestina. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL