NewDelhi,LiputanIslam.com-Staf Pusat HAM Islam London mengabarkan, pemerintah India memberikan tenggat waktu 2 jam kepada Syekh Ibrahim Zakzaky, pemimpin kaum Syiah Nigeria yang dibawa ke India untuk berobat.

“Saya baru saja menerima kabar mencemaskan, bahwa pemerintah India mengultimatum Syekh Zakzaky untuk menerima pengobatan dengan kondisi seperti sekarang, atau harus kembali ke Nigeria,”kata Massoud Shajareh via file audio, Rabu (14/8).

“Kondisi pengobatan yang dijalani Syekh Zakzaky sangat buruk. Dia diperlakukan seperti seorang kriminalis. Dia juga tak punya pilihan bagaimana sebaiknya menjalani pengobatan,”lanjutnya.

Baca: Ruang Gerak Syekh Zakzaky di India Tetap Dibatasi

Shajareh menyebut perlakuan pemerintah India semacam ini sebagai hal yang tak bisa ditolerir. “Mereka memberinya waktu 2 jam untuk memberi jawaban. Berdasarkan barometer apa pun, entah internasional, entah HAM, entah hukum India, ini sangat tidak bisa diterima,”kata Shajareh.

“Syekh Zakzaky tidak pernah didakwa melakukan tindak kriminal, dan pengadilan tertinggi negaranya juga telah memerintahkan agar ia dibebaskan dan diobati. Namun dia diperlakukan seperti penjahat. Ini benar-benar keji. Kita harus bertindak. Semua penuntut keadilan harus bereaksi atas perbuatan ini,”tandasnya.

Pemimpin Gerakan Islam Nigeria ini bertolak dari negaranya 12 Agustus lalu bersama istrinya ke India untuk berobat. Kondisi kesehatan Syekh Zakzaky amat buruk, bahkan dikabarkan bahwa salah satu matanya telah kehilangan daya penglihatan. (af/alalam)

Baca Juga:

Iran Mulai Bangun Pusat Produksi Isotop di Situs Nuklir Fordow

Zarif Sebut Koalisi Maritim AS Jalan di Tempat

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*