Sanaa,LiputanIslam.com-Pemerintah Kuwait menerima permohonan resmi dari Swedia untuk membawa delegasi Ansharullah ke perundingan damai Stockholm. Perundingan ini direncanakan akan diadakan di akhir November.

Harian Kuwait, al-Rai, mengabarkan kesiapan negara ini untuk memberikan dukungan logistik kepada Yaman agar bisa menghadiri perundingan damai. Kesiapan ini diumumkan oleh Mansur al-Utaibi, wakil Kuwait di PBB dalam rapat Dewan Keamanan beberapa hari lalu.

Sebelum ini, perundingan damai direncanakan untuk diadakan di Jenewa, Swiss. Namun karena sejumlah kendala yang dibuat oleh Saudi, perundingan itu gagal dilaksanakan. Saat itu, Saudi tidak mengizinkan pesawat Oman mendarat di bandara Sanaa, padahal pesawat itu akan mengangkut delegasi Ansharullah ke ibukota Swiss.

Bahkan upaya yang dikerahkan PBB pun gagal. Menurut sebuah sumber di delegasi Ansharullah, PBB tak bisa mendapatkan pesawat Oman untuk mengangkut delegasi dan korban luka Yaman.

Terkait dengan ini, Muhammad Ali al-Houthi (ketua Dewan Tinggi Revolusi Yaman) pada hari ini (Senin, 19/11) mengumumkan, Ansharullah menghentikan serangan balasan rudal guna membuktikan niat baik dan keseriusannya.

“Jika pihak Saudi menghendaki perdamaian, kami siap menghentikan operasi militer kami di semua front,”kata al-Houthi.

“Dalam rangka mendukung upaya perdamaian dan menghilangkan segala dalih koalisi Saudi dalam melanjutkan agresinya, Yaman siap menghentikan semua operasi militernya, termasuk serangan rudal dan drone,”tandasnya. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*