Damaskus,LiputanIslam.com—Selasa kemarin (23/1), sekjen AS, Rex Tillerson mengatakan bahwa pemerintah Suriah kemungkinan masih menggunakan senjata kimia, pasca terjadinya serangan klorin yang terjadi di beberapa daerah kelompok pemberontak di Ghouta Timur dua hari lalu.

Segera setelah itu, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Suriah (SANA), bahwa menlu Suriah mengatakan klaim As dilakukan hanya untuk menghalangi upaya pemerintah Suriah untuk menyelesaikan krisis di negara itu.

Pada 2013 lalu, pemerintah Suriah telah berkomitmen untuk menyerahkan semua senjata kimia yang mereka miliki. Meski terus menerus mendapatkan gempuran dari kelompok pemberontak, militer Suriah tetap konsisten untuk tidak menggunakan senjata klorin atau senjata kimia lainnya selama perang berlangsung.

“Suriah selalu menunjukkan kerjasamanya atas setiap penyelidikan yang obyektif dan profesional atas dugaan penggunaan senjata kimia,” terang SANA. Kantor berita tersebut menambahkan bahwa Barat sengaja mengelurkan klaim-klaim tersebut untuk tujuan politik. (fd/al-alam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL