TelAviv,LiputanIslam.com-Dilansir oleh kantor berita Sputnik, menteri perang Rezim Zionis menyatakan akan tetap melanjutkan serangan udara ke wilayah Suriah.

“Kami tidak senang Rusia menempatkan sistem pertahanan udara S-300 di Suriah. Namun Israel akan meneruskan operasi-operasinya di Suriah,”ujar Avigdor Lieberman, menanggapi kepastian diserahkannya S-300 oleh Moskow kepada Damaskus.

Dia mengaku, Israel tak punya pilihan selain melanjutkan serangan udaranya ke Suriah. Menurut Lieberman, masalah terpenting sekarang adalah memulihkan kembali hubungan kerja dengan Rusia seperti sebelumnya.

Pejabat militer Israel ini kembali mengklaim, Tel Aviv tidak berperan sama sekali dalam jatuhnya pesawat pengintai Rusia IL-20. Lieberman menuduh angkatan udara Suriah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Menteri pertahanan Rusia, Sergey Shoigu, pada Selasa (2/10) secara resmi mengumumkan, negaranya telah menyerahkan paket lengkap sistem pertahanan S-300 kepada Damaskus.

Di lain pihak,  juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tidak yakin bahwa Rusia telah mengirim sistem pertahanan udara tersebut ke Suriah.

“Saya tidak dapat memastikan bahwa itu akurat. Saya harap mereka tidak demikian… Saya pikir, itu akan menjadi semacam eskalasi serius dalam kekhawatiran dan masalah yang terjadi di Suriah, tapi saya tidak bisa memastikannya,” “kata Nauert dalam konferensi pers. (af/yjc)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*