Damaskus,LiputanIslam.com-Wakil tetap Suriah di PBB menyatakan, Iran adalah negara sekutu Suriah dan hubungan dengan Teheran tak bisa ditawar-tawar. Bashar Jaafari menegaskan, kepentingan Damakus menuntut untuk selalu menjalin hubungan erat dengan Teheran dan Moskow.

“Sebagian kabar tentang keruhnya hubungan Iran-Suriah dari satu sisi, dan hubungan Rusia-Suriah dari sisi lain, hanyalah rumor media belaka. Hubungan kami dengan mereka sangat baik,”kata Jaafari saat diwawancarai stasiun televisi al-Mayadeen, Jumat (1/3).

Terkait konferensi Warsawa beberapa waktu lalu, Jaafari mengatakan, Iran bukanlah tujuan awal konferensi tersebut. Namun sebagian pihak menyeret isu tentang Iran guna menyimpangkan opini umum dari normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis.

Tentang krisis Suriah dan peran sejumlah negara seperti Saudi dan Qatar, Jaafari menyebut AS berpaling kepada Saudi usai kegagalan Qatar dalam memainkan peran di Suriah.

“Sejak awal, Saudi sudah berperan dalam menumpahkan darah rakyat Suriah. Rakyat Suriah tidak menunggu bantuan untuk memerangi teroris dan permintaan maaf dari pihak-pihak yang menumpahkan darah anak-anak mereka,”tandasnya.

“Terorisme adalah senjata yang digunakan para penyokongnya. Mereka menggunakan terorisme di mana pun yang mereka inginkan.”

Sembari mengajukan pertanyaan retoris soal siapa yang memindahkan teroris dari Aleppo ke Niger dan dari Raqqa ke al-Baghuz, Jaafari mengatakan,”AS dan Turki tahu di mana posisi Abu Bakar al-Baghdadi.”

Jaafari juga menyesalkan permusuhan sebagian negara kawasan terhadap Republik Islam Iran.

“Apa keuntungan bagi Arab untuk memusuhi negara penting seperti Iran? Apa manfaat yang bisa diperoleh negara-negara Teluk dari perang yang dilakoni Arab dan Iran, kemudian ditonton oleh Israel?”

Dia juga menegaskan bahwa Damaskus tidak berhasrat untuk kembali ke Liga Arab. Menurutnya, dahulu organisasi ini termasuk penentu keputusan dalam kebijakan PBB. Namun kini sudah tak punya tempat lagi lantaran perselisihan-perselisihan yang muncul.

Jaafari menandaskan, Suriah tetap berkeyakinan bahwa masalah Palestina adalah topik utama, dan apa pun yang terjadi di kawasan bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari topik Palestina. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*