Aleppo, LiputanIslam.com – Para komandan dari Angkatan Darat dan Udara Suriah, dan para penasehat militer dari Rusia menggelar rapat untuk mengkoordinasikan langkah terakhir untuk operasi militer berskala besar.

“Operasi besar untuk menumpas habis kelompok militan di Aleppo diekspektasi akan segera dimulai dalam waktu 10 hari. Pasukan yang masih segar telah direkrut dalam divisi besar, akan memimpin operasi yang bergerak dari Lattakia,” terang pejabat setempat, seperti dilansir FNA (12/4/2016).

Ada laporan yang menyebutkan bahwa kelompok teroris Jabhat Al Nusra, mengerahkan lebih banyak pasukannya ke Aleppo menyusul kemenangan pasukan Suriah di bagian barat daya provinsi.

“Jabhat Al Nusra, yang beraffiliasi dengan Al Qaeda telah mengerahkan sekitar 350 orang pasukannya yang masih segar untuk bergabung dengan kawanan mereka yang di dekat kamp pengungsi di Handarat dan Yarmoun. Mereka ingin memperlambat langkah dari pasukan Suriah,” terang narasumber.

Sementara itu, pasukan Suriah dan sekutunya mencapai kemajuan yang signifikan di dekat satu-satunya rute yang dikuasai teroris dari Damaskus ke Aleppo.

“Brigade 154 dari SAA, pasukan Hizbullah Lebanon dan pasukan Harakat Al Nujaba Irak melakukan kerjasama untuk menggempur Jabhat Al Nusra, Harakat Ahrar Al-Sham, Ajnad Al-Sham, dan Free Syrian Army di sekitarJabal Al-Eis. Jika bisa direbut kembali, maka akan memungkinkan bagi pasukan Suriah untuk mengontrol Jalan Raya Aleppo-Damaskus (M-5), yang selama ini digunakan oleh pasukan pemberontak untuk mengokohkan para militan mereka di timur laut Aleppo,” terang sumber-sumber di lapangan.

Seperti diketahui, pasukan Suriah berhasil meraih kemenangan demi kemenangan. Sebelumnya, pasukan Suriah sukses menghancurkan posisi para teroris tadi kawasan Aleppo, dan sebanyak 25 orang anggota teroris ditahan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL