Dakha,LiputanIslam.com—Pemerintah Bangladesh akan mempertimbangkan hukuman mati bagi pengendara bus yang telah menyebabkan dua orang meninggal dunia. Pejabat Kementerian Hukum Bangladesh menyampaikan pada Senin (6/8), hukuman ini akan diputuskan setelah hasil penyelidikan memutuskan apakah korban meninggal karena kecelakaan tersebut atau ada faktor lain.

Sebelumnya, seorang pengendara bus berkecapatan tinggi telah menabrak dua orang pemuda di Ibu Kota Dhaka. Kejadian ini memicu kemarahan warga Bangladesh, terutama para mahasiswa. Mereka menuntut pemerintah Bangladesh untuk melakukan reformasi terkait undang-undang lalu lintas.

Puluhan ribu pelajar pun turun memenuhi jalanan dan menyebabkan terhentinya lalu lintas di daerah itu. Sheikh Shafi, seorang pelajar di Dhaka yang telah kehilangan saudaranya akibat kecelakaan pada 2015 silam, mengatakan bahwa salah satu masalah utama lalu lintas di Dhaka adalah karena para supir bus tidak mendapatkan gaji bulanan. Mereka selama ini hanya mengandalkan komisi yang didapatkan dari jumlah penumpang harian. Akibatnya, para supir bus itu pun terpaksa harus bekerja lembur.

“Kami menuntut agar para pemilik bus harus membatasi jatah kerja mereka (para supir bus) maksimal hingga 10 jam. Sistem yang berdasarkan atas komisi penumpang harus dihapus,” ucap Shafi. (fd/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*