Khartoum,LiputanIslam.com-Menteri pertahanan Sudan pada Rabu (2/5) mengumumkan, negaranya akan mengevaluasi sisi positif dan negatif kehadiran tentara Sudan di perang Yaman.

Pengumuman ini diutarakan Ali Muhammad Salim saat menyampaikan laporan di parlemen Sudan.”Saat ini kami tengah mengkaji berbagai dimensi partisipasi tentara Sudan di Yaman; soal apa saja hasil yang diperoleh dari keikutsertaan dalam perang ini. Setelah itu, kami akan mengambil keputusan selanjutnya,”kata Muhammad Salim.

Muhammad Salim menyatakan, pada akhirnya dia akan memutuskan apa saja yang menguntungkan bagi Sudan dan keamanannya. “DI saat yang sama, kita tetap berkomitmen pada kesepakatan regional dan internasional.”tambahnya.

Menurut menhan Sudan, hasil evaluasi masalah ini akan segera diumumkan.

Berdasarkan laporan harian Akhbar al-Yaum al-Sudaniyah pada Senin (30/4), fraksi Abul Qasim Bartham dalam statemennya menyatakan, pemerintah Sudan bertanggung jawab atas ganti rugi material dan spriritual untuk para keluarga korban luka dan tewas Sudan di perang Yaman.

Menurut fraksi ini, sejak awal partisipasi tentara Sudan di Yaman hanya menyebabkan kerugian bagi militer negara Afrika ini.

Dalam statemen Abul Qasim Bartam disebutkan, ratusan serdadu Sudan tewas di Yaman tanpa ada satu pun keuntungan yang diperoleh. Keikutsertaan di perang Yaman dinilai bertentangan dengan UUD Sudan, sehingga tidak memiliki dukungan konstitusional dan kerakyatan.

Pemerintah Sudan dituntut untuk mendukung perdamaian di Yaman tanpa memihak pihak mana pun, menghormati kedaulatan Yaman, tidak mengintervensi urusan internal Yaman, dan menjalin hubungan baik dengan negara-negara kawasan demi kepentingan rakyat Sudan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL