Damaskus,LiputanIslam.com-Deputi wakil Suriah di PBB menegaskan, semua pasukan agresor, tanpa terkecuali, akan segera dipaksa untuk meninggalkan wilayah Suriah.

Hal ini disampaikan Abdullah Hallaq dalam rapat DK PBB yang membahas kondisi kemanusiaan warga Suriah, demikian laporan kantor berita SANA.

Selain mengabarkan kelanjutan proses pembebasan kawasan-kawasan yang diduduki kelompok teroris, Hallaq mengutarakan keheranan atas bungkamnya para anggota DK PBB terkait pembantaian massal di kota Suwayda dua hari lalu. Sebanyak 250 warga dikabarkan tewas akibat serangan brutal kelompok teroris ISIS.

“Saat ini, embargo ekonomi sepihak Uni Eropa dan AS terhadap Damaskus, adalah kendala utama dalam memenuhi kebutuhan primer rakyat Suriah dan memulihkan kondisi kemanusiaan mereka,”kata Hallaq.

Dia lalu menyinggung laporan terbaru reporter khusus HAM PBB tentang dampak embargo ekonomi atas kondisi kemanusiaan. Berlanjutnya embargo ini, kata Hallaq, mempersulit situasi di berbagai sektor kebutuhan warga, terutama kesehatan, pendidikan, energi, listrik, air, dan masalah perbankan.

“Berbeda dengan klaim sejumlah pihak, operasi militer Suriah dan sekutunya untuk menumpas kelompok teroris, juga kesepakatan gencatan senjata dengan mereka, telah mengurangi derita warga sipil di daerah yang dikepung, sehingga memudahkan mereka untuk memperoleh bantuan kemanusiaan,”tandas Hallaq.

Dia menyatakan, kebijakan sejumlah pemerintahan bukan demi kepentingan warga Suriah, tapi bertujuan untuk menyokong kelompok-kelompok teroris, terutama “The White Helmets” yang merupakan sayap Jabhat al-Nusra. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*