Washington,LiputanIslam.com-Donald Trump pada Jumat (8/6) menyatakan, pemerintahnya tengah menggodok pemberian grasi untuk Muhammad Ali, petinju legendaris yang meninggal 3 Juni 2016 lalu.

Ali pada tahun 1967 silam menolak panggilan untuk ikut perang di Vietnam, sehingga dijatuhi hukuman oleh pengadilan AS.

“Perang berlawanan dengan ajaran Islam. Kenapa saya diharuskan mengenakan seragam tentara dan pergi dari rumah sejauh puluhan ribu mil untuk membombardir ras kulit berwarna di Vietnam, sementara ras kulit hitam di kota Louisville diperlakukan seperti anjing dan tidak diberi hak kemanusiaan paling sederhana?”kata Ali saat menjelaskan penolakannya ikut perang.

Undang-undang AS memberikan wewenang kepada presiden untuk memberi grasi atas kejahatan-kejahatan federal.

Trump mengatakan, pemerintahannya telah menyusun daftar berisi 3000 nama orang yang “telah diperlakukan secara tidak adil.” Soal Ali, dia berujar,”Saat itu, dia belum dicintai. Tapai sekarang, namanya dicintai orang-orang.”

Statemen Trump jelas membingungkan, karena Mahkamah AS pada tahun 1971 (empat tahun setelah Ali divonis bersalah) telah menggugurkan vonisnya. Selain itu, Jimmy Carter (presiden AS) pada tahun 1977 juga telah mengampuni semua orang yang menolak ikut di perang Vietnam. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*